Gaya

Karya Sastra Harus Memiliki Pesan

BRALING.COM, PURBALINGGA – Setiap karya yang hendak disampaikan ke publik hendaknya mengandung pesan yang akan disampaikan ke pembaca. Terlebih lagi, bila sebuah cerita tertulis itu bakal disampaikan kepada anak-anak.

Cerpenis Mulasih Tary menyampaikan hal itu saat Talkshow “Aku Menulis, Aku Merangkai Makna” dan Peluncuran “Kumpulan Cerita Es Limun” yang digagas Kelas Menulis Purbalingga, Sabtu (19/7) sore. Acara yang diikuti dengan cuma-cuma oleh kalangan muda Kota Perwira itu digelar di Markas CLC Purbalingga Jalan Puring Purbalingga.

“Kalian harus tahu, pesan apa yang mau disampaikan,” kata Mulasih Tary. Dikatakan, dalam menulis cerita anak, jalan ceritanya harus lebih logis. Mendeskripsikan seorang anak yang rajin itu juga harus dijelaskan dengan penggambarannya, agar anak-anak bisa memahami detilnya.

Obrolan ngabuburit bersama Tary yang juga guru SMA 1 Karangreja ini tidak hanya mendedah tentang cerita anak-anak, namun juga berbagai persoalan dalam dunia kepenulisan. Mulai dari pencarian tema, pemilihan bahasa sampai dengan strategi untuk menembus penerbitan.

Tary mengemukakan, sebagai penulis awal, bercerita tentang diri sendiri bukan sebuah kesalahan. Akan tetapi, bila ingin berkembang maka harus mau mengembangkan tema tulisan. “Dengan melihat orang lain, kita bisa dapat tema lain. Penulis itu punya insting, kalau melihat sesuatu bisa dapat ide,” ujar dia.

Mengenai penerbitan karya, Tary berpesan agar para penulis muda mampu melihat karakteristik setiap penerbitan karya. Tiap penerbit punya karakter sendiri-sendiri. “Yang paling penting, menulis itu harus menjaga semangat,” imbuh dia.

Ketua Panitia, Putri Antika menuturkan agenda Bulan Seribu Tulisan pada Bulan Ramadhan 1435 Hijriyah ini untuk menggugah semangat berkarya anak muda Purbalingga. “Sambil menunggu waktu berbuka puasa, kita akan membedah berbagai hal terkait dengan dunia menulis dengan ahlinya,” ujarnya.

Pada tahun ini, lanjut Putri, pelaksanaan program juga menjadi lebih istimewa karena Kelas Menulis Purbalingga meluncurkan buku antologi kedua, yakni Kumpulan Cerita Es Limun. Buku ini berupa antologi fiksi mini yang dibuat oleh anggota Kelas Menulis Purbalingga. Temanya tentang dunia anak-anak. “Buku ini dicetak terbatas,” kata Putri.

Tahun 2014 ini, Kelas Menulis Purbalingga sudah memasuki Angkatan IV. Dalam setiap pertemuan yang digelar di Markas CLC Purbalingga, anggota kelas belajar bersama tentang berbagai materi terkait dunia kepenulisan. Mulai dari karya fiksi, puisi, artikel sampai dengan skenario

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.