BRALING.COM, PURBALINGGA – Kendati Pemerintah RI belum sah menaikan harga BBM, di level eceran di Purbalingga harga premium sudah meningkat. Ini karena susahnya mendapatkan BBM di SPBU dalam beberapa hari terakhir ini.

Ali, 26 tahun, pengecer warga Bumisari, Kecamatan Bojongsari, mengaku menjual Ia menjual per botol ukuran 1 liter seharga Rp  7.500. “Saya tidak tahu ini permainan pejabat atau bukan, yang jelas wong cilik yang susah,” katanya.

Sementara Hadi, pengecer asal Bobotsari, juga hanya mengisi jerigennya dengan premium senilai Rp 100 ribu. Sejak premium dibatasi, ia menjual eceran Rp 7500 per botol. Menurut Hadi, kenaikan harga di tingkat eceran juga karena adanya pembatasan untuk beli BBM.

Dalam satu kali pembelian, di SPBU di Desa Salaganggeng Kecamatan Mrebet, para pengecer hanya diperbolehkan untuk membeli maksimal Rp 100 ribu. Karena itu, Hadi mengaku harus dua kali sehari ke SPBU karena pembatasan. Ongkos transportasipun membengkak. “Ya terpaksa, kalau tidak (menaikan harga) ya saya yang tekor,” ujar dia.

Selain premium, solar bersubsidi, pembatasan juga telah dimulai sejak tanggal 4 Agustus. Penjualan solar bersubsidi dibatasi dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Di Purbalingga, SPBU yang diinstruksikan untuk menerapkan aturan ini ada dua, antara lain SPBU Indri Jaya Mrebet dan SPBU Sambas Kalimanah.

BANGKIT WISMO
Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •