Pilihan

SPBU Dipadati Antrian Kendaraan, Penjualan Mulai Dibatasi

IMG_0448BRALING.COM, PURBALINGGA – Sejumlah SPBU di Kabupaten Purbalingga mulai dipadati oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Alhasil, antrian yang mengular sudah mulai jadi pemandangan yang akrab di pertengahan pekan ini.

Hingga Kamis (28/8) ini, antrian muncul di SPBU Indri Jaya Mrebet. Antrian yang terjadi pada pagi dan malam hari sejak Selasa (26/8) ini memicu kemacetan jalur Purbalingga -Bobotsari. “Nunggu sampai setengah jam baru dapat gliran,” kata Muslihin (39), seorang sopir angkot.

Saryo Maulana, pengawas SPBU Indri Jaya Mrebet, mengatakan, kuota premium bersubsidi dibatasi sejak Senin (25/8). SPBU ini yang biasa mendapat kuota 40 Kl sehari, dipotong menjadi 24 Kl. “Sedangkan kebutuhan 30 Kl perhari,” katanya.

Ia mengatakan, stok yang dikirim semalam pukul 19.00 WIB diperkirakan akan habis pukul 12.00 WIB. Dari pantauan, kendaraan pribadi yang semestinya menggunakan BBM nonsubsidi ternyata ikut mengantri di pompa premium bersubsidi. “Karena kesadaran masyarakat memang belum cukup untuk mematuhi ketentuan itu,” ujar dia.

Mengatasi hal ini, ia mencoba membatasi pembelian premium untuk mobil pribadi senilai Rp 200 ribu. Sementara untuk pengecer, dibatasi hanya Rp 100 ribu. “Pertaminapun memberi imbauan agar membatasi seminimal mungkin untuk jerigen eceran,” kata dia di ruang kerjanya.

Jika penjualan premium dilepas tanpa pembatasan stok hanya mencukupi hingga bulan Oktober 2014. Setelah Oktober, tak ada lagi stok. “Karena itu, ada pembatasan agar kuota cukup sampai Desember,” kata Saryo.

Ali (26), seorang pengecer warga Bumisari, Kecamatan Bojongsari, mengaku hanya diizinkan membeli pada batas maksimal, Rp 100 ribu. Ia menjual per botol ukuran 1 liter seharga Rp  7.500. “Saya tidak tahu ini permainan pejabat atau bukan, yang jelas wong cilik yang susah,” katanya.

Sedangkan untuk solar bersubsidi, pembatasan telah dimulai sejak tanggal 4 Agustus. Penjualan solar bersubsidi dibatasi dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Di Purbalingga, SPBU yang diinstruksikan untuk menerapkan aturan ini ada dua, antara lain SPBU Indri Jaya Mrebet dan SPBU Sambas Kalimanah. Dari informasi yang dihimpun, dua SPBU ini yang penyaluran solar bersubsidi tertinggi di antara SPBU yang lain.

BANGKIT WISMO
Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *