BRALING.COM, PURBALINGGA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga menyebut Purbalingga memiliki 11 kecamatan yang sangat rawan krisis air bersih. Tahun lalu, BPBD Purbalingga telah mendistribusikan air bersih ke 67 desa yang terdapat di 11 kecamatan.

Ketua Pelaksana BPBD Purbalingga, Priyo Satmoko mengemukakan, kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Kemangkon, Bukateja, Kejobong, Pengadegan, Kaligondang, Mrebet, Bobotsari, Karangreja, Karanganyar, Kertanegara dan Karngmoncol.

Priyo berkata, kondisi kekeringan di Purbalingga pada tahun ini belum separah tahun lalu. “Tapi bila kemaraunya cukup panjang, wilayah yang rawan kering akan semakin meluas,” ujar Priyo.

Pekan ini, BPBD bekerjasama dengan Bakorwil III untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah Kecamatan Kejobong, sedangkan untuk pengiriman air bersih ke wilayah Kecamatan Karangreja, BPBD kerjasama dengan PDAM Purbalingga. Priyo mengatakan, kerjasama ini karena BPBD tidak memiliki truk pembawa tangki air.

“Untuk itu, warga saya minta dalam penggunaan air bersih juga perlu untuk melakukan penghematan, karena di saat kemarau, sumber air sulit didapatkan, karena masih banyak warga yang kesulitan air,” ujar Priyo Satmoko memberikan himbauan.

BANGKIT WISMO