BRALING.COM, PURBALINGGA – Dua perusahaan yang membuat rambut palsu menampik bahwa mereka yang menyebabkan ribuan ikan di sejumlah kolam yang berada di di RT 3 RW 3 Kelurahan Penambongan, Kecamatan Purbalingga. Mereka mengklaim pembuangan limbah sudah sesuai aturan.

Kedua perusahaan yang disebut mencemari Kali Keramaian lalu mengelak tuduhan itu adalah PT Boyang Industrial dan PT Indokores Sahabat. Kedua perusahaan itu memang berada di kawasan perkotaan.

“Kami memiliki unit pengolahan limbah sendiri. Semua sudah memenuhi standar. Jadi tidak mungkin jika limbah dari perusahaan kami yang menimbulkan pencemaran kolam,” kata Manager PT Boyang Industrial, Rocky Junjunan kepada wartawan, Rabu (24/9).

Manager PT Indokores, Agus Supriyono juga menampik perusahaan mereka menjadi pemicu kematian ikan. Agus mengemukakan, Instalasi Pengolahan Limbah (IPL) milik perusahaannya sudah memenuhi standar yang ditetapkan. “Bahkan secara periodik IPAL kami juga diperiksa oleh tim yang berkompeten,” tuturnya.

Terkait adanya laporan matinya ikan di kolam milik warga, pada akhir pekan kemarin, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemrov Jateng dan BLH Purbalingga juga menurunkan tim untuk memeriksa pencemaran sungai. Pemeriksaan dilakukan dari hulu hingga ke hilir yang diperkirakan menjadi sumber pencemaran.

“Sementara ini, kami baru mengambil sampel yang ada di Intalasi Pengolahan Limbah (IPAL) di beberapa perusahaan yang limbah cairnya di buang ke Kali Keramean. Jadi hasilnya belum bisa ditunjukkan, apakah sumber pencemaran dari limbah pabrik apa bukan,” kata Kepala Bidang Lingkungan Hidup BLH Ir Kirwan.

Contoh air di kolam dan outlet IPAL itu masih akan dianalisa. Pemeriksaan sample akan dilakukan analisa di laboratorium BLH. “Kami bersama tim kepolisian selain mengambil sampel, juga melakukan inspeksi ke lokasi IPAL perusahaan yang membuang limbah ke Sungai Keramaian,” imbuh Kirwan.

BANGKIT WISMO