BRALING.COM, PURBALINGGA – Seiring dengan peningkatan aktifitas Gunung Slamet, dalam beberapa hari terakhir ini, sejumlah elemen penanggulangan bencana alam juga kian meningkatkan aktif. Salah satunya, mengintensifkan penyiapan jalur evakuasi di seluruh wilayah yang berisiko terkena dampak erupsi Gunung Slamet.

Hingga Kamis (11/9) kemarin, dentuman keras semakin sering terdengar. Pada malam hari, sinar api dan lava pijar cuku jelas. Bahkan, sejumlah sumber menyebut bahwa hutan vegetasi sudah terbakar karena lontaran lava. Warga di wilayah Kecamatan Karangreja, khususnya Desa Kutabawa pun kian resah.

“Masker langsung dibagikan untuk melindungi warga dari abu vulkanik agar tidak terhirup,” kata Maizar Helmi, anggota Tim SAR dari DMC Dompet Dhuafa di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja. Sejak aktifitas Gunung Slamet berstatus Siaga III, DMC Dompet Dhuafa sudah aktif dalam penanggulangan bencana.

Mulai tengah pekan ini, DMC Dompet Dhuafa bersama TNI, BPBD, BPBD Purbalingga melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan di wilayah yang masuk zona rawan bencana. Sebanyak 45 papan jalur evakuasi telah dipasang di wilayah lereng Gunung Slamet.

Komandan Koramil Mrebet, Kapten Infantri Panut mengatakan papan penunjuk arah evakuasi bantuan dari DMC Dompet Dhuafa ini dipasang bersama warga desa dan TNI. “Ini akan memudahkan masyaraka ketika mereka harus dievakuasi,” kata Panut. Akhir pekan ini rencananya akan ada simulasi penanganan bencana yang dipusatkan di Desa Binangun, Mrebet.

Sementara itu, Sarwa Pramana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mengatakan telah memantau langsung kondisi terkini jalur evakuasi pengungsian Gunung Slamet di lima kabupaten. Meski beberapa ada yang rusak, pembenahan dilakukan secara bertahap untuk bisa dilalui kendaraan jika sewaktu terjadi erupsi.

BANGKIT WISMO