BRALING.COM, PURBALINGGA – Kepala Kantor Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (KPMPT) Purbalingga, Mukodam membeberkan bahwa sejumlah perusahaan sudah menjajaki kemungkinan untuk menanam uang di Kota Braling. Sekalipun ia tetap mengaku bahwa regulasi tata ruang masih jadi pengganjal kucuran dana investasi itu.

Mukodam mencontohkan, bekas pabrik kayu di Kalimanah Wetan, telah dijual melalui lelang oleh pemiliknya dan laku sekitar Rp 7 Miliar. Akan tetapi, namun pemenangnya yang akan mengalihkan tempat usaha itu menjadi usaha garment terkendalan peruntukkan tata ruang.

“Pada Perda Tata Ruang sebelum direvisi, wilayah tersebut peruntukkannya sebagai wilayah industr, namun setelah direvisi justru peruntukkannya lahannya sebagai  permukiman. Sementara investor sudah menyiapkan peralatanya di Bandung dan tinggal memindahkan saja ke Purbalingga. Inilah yang menjadi kendala pertumbuhan investasi di Purbalingga,” ujar dia.

Saat ini juga sudah ada persiapan investasi untuk penetasan ayam (day old chick) di Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol. Menurut Mukodam yang mantan Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Purbalingga, pabrik tersebut merupakan perluasan dari investasi sejenis dari Gunung Kidul dan Kulonprogo.

“Investasi penetasan ayam akan dimulai tahun depan, saat ini dalam pembangunan sarana prasarana yang materialnya didatangkan langsung dari Malaysia. Juga akan mendatangkan indukan ayam Parent Stock sebagai penghasil telur tetas,” kata Mukodam, belum lama ini.

Selain itu, tengah dijajaki kembali dengan PT Cahaya Sumber Alam (CSA) Surabaya dalam hal pembuatan gula pasir. Investor ini, Mukodam menekankan, berbeda dengan calon investor gula sebelumnya yang gagal menanamkan modal di Purbalingga.

“Pemodal investasi ini sudah beberapa kali menghubungi Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan. Kami juga akan menjadwalkan investor tersebut untuk beraudiensi dengan bupati,” kata Mukodam.

BANGKIT WISMO