BRALING.COM, PURBALINGGA – PT Royal Korindah Purbalingga masuk menjadi nominator Penghargaan Mitra Bhakti Husada 2014 dari Kementrian Kesehatan RI. Perusahan produsen bulu mata palsu itu masuk nominasi karena dinilai peduli atas kesehatan reproduksi bagi para pekerjanya.

PT Royal Korindah Purbalingga mewakili Purbalingga serta Provinsi Jawa Tengah bersaing dengan PT Sido Muncul dan PT Phapros. Senin (22/9), tim verifikasi mendatangi PT Royal Korindah. Guntur Argana, Staf Bagian Kesehatan Kerja Kementrian Kesehatan RI berkata, verifikasi dilakukan untuk mengecek realisasi kepedulian perusahaan atas kesehatan reproduksi.

“Bahwasanya tempat kerja yang sebagaian besar kaum perempuan, menjadi objek perhatian tim, selain K3, adalah kita akan adakan pembinaan kesehatran reproduksi. Penghargaan selain sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan reproduksi para pekerja, juga sebagai motivasi mereka untuk memberikan kesejateraan bagi pekerja,” jelasnya.

Poin yang dinilai adalah aspek-aspek kebijakan, berupa kerjasama dengan pemerintah terkait dengan kesejahteraan para pekerja, selain pelaksanaan K3. Sedangkan aspek terpenting dalam penilaian  ini  adalah kesehatan reproduksi pekerja yang menjadi menjadi poin utama penilaian penghargaan tersebut.

“Saya berharap agar kegiatan semacam ini, tidak hanya berhenti di penghargaan, karena ini bukan lomba, kita hanya memberikan penghargaan terbaik, bukan kejuaraan, tapi sebagai motivasi perusahaan untuk memberikan kesejahteraan kepada karyawan, dan juga pemberian pelayanan reproduksi yang baik bagi pekerja,” tuturnya.

Guntur menambahkan, PT Royal Koriindah akan di nilai oleh tim nasioanl bersaing dengan kurang lebih 15 perusahaan di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimanatan Barat, dan Kalimantan Timur, karena dinilai sudah menerapkan kesehatan reproduksi terhadap pekerjanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)Purbalingga, Nonot Mulyono mengatakan, upaya pelaksanaan program pelayanan kesehatan reproduksi di PT Royal Korindah berupa pelatihan tentang sistem reproduksi, sosialisasi alat pelindung diri (APD), penyuluhan bahaya HIV/AIDS, dan bahaya tempat kerja yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi.

Selain itu, konseling infeksi menular seksual (IMS), pemeriksaan berkala, dan pemberian tablet besi bagi pekerja wanita yang tengah mengandung juga sudah dilaksanakan.

“Saya berharap, PT Royal Koriindah dapat meraih penghargaan tersebut, hal ini, untuk lebih memotivasi perusahaan lain, agar lebih memperhatikan kesejahteraan, serta kesehatan pekerjanya, baik pada pelaksanaan K3, maupun kesehatan reproduksi,” kata Nonot.

BANGKIT WISMO