BRALING.COM, PURBALINGGA – Bupati Sukento Ridho Marhaendrianto menegaskan dirinya tidak mengundang pertemuan dengan sejumlah pimpinan anak cabang (PAC) PDIP demi menggalang dukungan pencalonan Calon Bupati Purbalingga.

Ia mengungkapkan bahwa ia malah yang mendapat undangan dari beberapa pimpinan PAC PDIP untuk berdiskusi. Akan tetapi, ia tidak hadir karena sibuk. “Kebalik, saya belum pernah ngajak PAC, tapi saya diajak lah iya,” ungkap Sukento.

“Saya diajak bersilaturahmi sebagai seorang bupati yang salah satunya diusung oleh PDIP untuk silaturahmi. Kalau ngobrol tentang persiapan 2015 ya mau saja, kalau bukan persiapan 2015 ya mau saja,” lanjutnya.

Bahkan menurutnya, mereka yang mengundang akan membicarakan tentang budi daya bebek. Dari situ, katanya, mungkin tersebar cerita tentang dukungan pilkada 2015. “Tapi kalau ditanya (soal dukungan) ya tidak dipungkiri, sambil menyelam minum air,” katanya.

Sukento mengaku sudah ada pendekatan mengenai pendamping pilkada. Sudah lebih dari lima orang yang menjadi “mak comblang. “Orang kalau mau nikah kan ada makcomblangnya. Yang bicara ke saya, makcomblangnya. Tipikal orang Jawa kan suka menjodoh-jodohkan. Ko karo kiye ya, karo kiye,” katanya. 

Selain Sukento, ada beberapa nama yang masuk bursa cabup. Yakni, Wabup Tasdi, Ketua PAC PDIP Bojongsari Bambang Irawan, Caleg DPR RI Partai Gerindra Bambang Budi Sudjono (BBS), pemilik Pancuran Ciblon Bobotsari Barosad, Sekda Purbalingga Imam Subijakto, Sekda Banyumas Wahyu Budi  Saptono dan anggota DPRD Jateng dari PKS Karsono.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •