BRALING.COM, PURBALINGGA – Harga batu klawing masih terlalu murah. Ini tidak sesuai dengan status Batu Klawing yang terus menjadi primadona pecinta batu mulia. Seharusnya, harga Batu Klawing, yang sudah diubah menjadi batu akik, 100 kali lebih mahal dibanding harga pasaran sekarang ini.

Penilaian ini disampaikan Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto. Dengan realitas harga ini, bupati mengaku sangat kecewa. “Saya memang jarang pakai batu akik. Tetapi ketika akhir-akhir ini saya memakai, banyak dikagumi oleh orang luar Purbalingga. Kalau sudah dikagumi, mestinya harganya tidak lagi dalam kisaran ratusan ribu rupiah,” kata dia.

Menurut Bupati SUkento, seiring dengan naiknya pamor batu Klawing, seharusnya diikuti harga jual yang lebih baik. Batu Klawing harganya tidak boleh berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu lagi. Tetapi, sudah harus masuk ke kisaran harga Rp 1 juta hingga Rp 50 juta.

“Yang juga harus diantisipasi, jangan sampai penambang galian C bukan lagi mengambil pasir dan batu, tetapi menambang batu Klawing kualitas tinggi kemudian dijual habis-habisan ke luar daerah dengan harga tinggi. Tentu ini akan merugikan Purbalingga,” ucap Bupati.

Untuk menyikapi kekhawatiran itu, Bupati berencana mengumpulkan seluruh perajin batu Klawing di Pendapa Dipokusumo. Dalam pertemuan itu akan dibahas standarisasi harga batu mulia Klawing yang layak, sehingga mampu mensejahterakan dan meningkatkan perekonomian di Purbalingga.

Bupati juga siap memfasilitasi perajin batu mulia di Kota Braling, agar batu Klawing bisa memiliki nilai jual yang tinggi dan bersaing di pasar batu mulai tanah air. Apalagi saat ini batu Klawing sudah menjadi primadona di pasar batu mulia tanah air.

BANGKIT WISMO