BRALING.COM, PURBALINGGA – Pembangunan jembatan lengkung yang menghubungkan Desa Panusupan dan Desa Makam Kecamatan Rembang diharapkan bisa meningkatkan akses ekonomi warga di dua desa tersebut. Pembangunan ini masuk program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinanan Indonesia (MP3KI) Purbalingga.

Fasilitator Kabupaten PNPM MPd, Mujadid berkata, jika dikerjakan oleh kontraktor, jembatan itu bisa menghabiskan dana senilai Rp 2 miliar lebih. Namun melalui program PNPM Mandiri Pedesaan ini yang didukung swadaya masyarakat, hanya menghabiskan dana sekitar Rp 600 juta.

“Pembangunan jembatan ini lebih efisien karena tidak memperhitungkan biaya keuntungan, pajak ditanggung penjual material dan tenaga swadaya masyarakat,” kata Mujadid, Rabu 5 November 2014.

Pembangunan jembatan lengkung lima ini merupakan kegiatan terbesar dari sisi jumlah swadaya masyarakatnya. Selain jembatan lengkung lima di Panusupan, program MP3KI juga membangun  jembatan di Desa Candiwulan, Kecamatan Kutasari, di Desa Tangkisan Kecamatan Mrebet, Desa Palumbungan Wetan Kecamatan Bobotsari dan di wilayah Kecamatan Kertanegara.

Fasilitator Teknik Kabupaten (Fastetekab) Suhardiyanto menambahkan, konstruksi jembatan yang memiliki panjang 35 meter dan lebar 3,5 meter dikerjakan tanpa alat berat. Hal ini karena lokasi yang sulit dijangkau dengan alat berat. Penggalian pondasi sungai dan memecah batu semuanya menggunakan tenaga manusia. Pekerjaan baru mencapai 60%.

BANGKIT WISMO