Plesir

Setelah Ke Jogja, Pelaku Desa Wisata Tambah Semangat

BRALING.COM, PURBALINGGA – Kepala desa dan pelaku desa wisata di Kota Braling semakin bersemangat dan untuk mengembangkan potensi di desanya sebagai tujuan wisata. Semangat itu kian menyala setelah mereka jalan-jalan ke Desa Wisata Candirejo Kabupaten Magelang dan di Dusun Wisata Pentingsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman Yogyakarta, Rabu – Kamis 26-27 November 2014.

Kunjungan studi banding tersebut difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga. “Potensi desa wisata di Magelang dan Sleman yang kami kunjungan tidak berbeda jauh dengan desa kami, bahkan desa wisata kami memiliki potensi alam yang lebih bagus,” kata Kepala Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Halimah, Jum’at 28 November 2014.

“Namun, dengan manajemen dan jejaring yang terbangun baik, ternyata desa wisata di Magelang dan Yogyakarta itu bisa menarik para wisatawan baik mancanegara maupun domestik. Dengan bekal ini, saya semakin tergerak untuk membangun desa kami sebagai desa wisata,” sambung dia.

“Kata kuncinya ada pada semangat warga untuk bersama mengembangkan desa yang didukung dengan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia (SDM) dan jejaring dengan agen biro wisata serta promosi yang tak kenal lelah,” kata Imam Yulianto, kepala desa Panusupan Kecamatan Rembang. Panusupan mengandalkan Petilasan Syeh Jambukarang

“Kami akui, SDM di desa kami dalam hal pariwisata masih kalah dengan pelaku desa wisata di Candirejo dan Pentingsari, tetapi kami yakin kedepan kami akan bisa lebih baik,” tutur Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Taat Priyano.

Tanalum siap mengembangkan potensi di desanya Curug Karang, Curug Aul dan sejumlah curug lain serta keindahan alam dan didukung pula adanya potensi batuan Pancawarna yang kini banyak diburu masyarakat.

Kepala Bappeda Purbalingga Ir Setiyadi MSi yang ikut dalam kunjugan tersebut mengatakan, untuk membangun sebuah desa wisata tidak harus membangun obyek atau prasarana wisata. Kuncinya ada pada kemauan masyarakat untuk maju dan berdaya.

“Pada tahun 2015, kami menyiapkan pendampingan untuk empat desa wisata dulu yang potensial. Pemkab tidak akan membangun sarana fisik, tetapi lebih pada peningkatan SDM manusianya, melalui pelatihan-pelatihan dan pemberian motivasi serta tentunya promosi yang gencar,” kata Setiyadi.

Kabid Pariwisata Dinbudparpora Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, studi banding yang diikuti 54 peserta dimaksudkan untuk membuka wahana para kepala desa dan pelaku wisata untuk bangkit mengembangkan desanya.

“Setelah kunjungan, semuanya kembali kepada para kepala desa dan pelaku desanya, jika mereka ingin maju, tentunya Dinbudparpora tidak akan tinggal diam. Kami ingin membangun desa wisata justru muncul dari semangat dan kemauan warga desa, bukan paksaan dari pemerintah,” katanya.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *