Pawarta

Surat untuk Bupati dari Atik Ana Pratiwi

Karang Jambu, 13 November 2013

 

Kepada Yth:

Bapak Sukento Ridho Mahendrianto

Selaku Bupati Purbalingga

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bapak bupati Purbalingga yang terhormat. Perkenalkan nama saya Atik Ana Pratiwi, umur saya 15 tahun. Saya pelajar dari SMA Negeri 1 Karangreja kelas X MIA 2. Saya berasal dari keluarga kalangan menengah di desa Karangjambu tepatnya di dusun Bandingan. Bapak saya hanyalah seorang buruh tani dan ibu saya seorang ibu rumah tangga. Saya anak tunggal tetapi saya punya adik angkat yang berumur 15 bulan. Karena adik saya bukan anak kandung ibu saya, jadi terpaksa adik saya harus menggunakan susu formula sebagai pengganti ASI. Dan karena itu setiap minggunya memerlukan uang Rp. 100.000 lebih untuk susu adik saya, belum lagi untuk keperluan sekolah saya dan untuk makan keluarga saya. Tetapi penghasilan bapak saya yang hanya Rp. 20.000 per harinya membuat beban yang di tanggung bapak saya semakin berat.

Sebenarnya saya kasihan sama bapak saya, sebisa mungkin saya berusaha jadi anak yang prihatin, biar bisa meringankan beban bapak saya. Ambisi saya adalah ingin menjadi anak yang pintar, dan bagaimanapun caranya saya harus bisa sekolah dengan gratis karena prestasi saya. Yaa apapun caranya, dan saya akan belajar dan terus berkarya agar bisa jadi generasi penerus bangsa yang berprestasi dan berdaya saing tinggi. Setidaknya bisa meringankan beban keluarga saya dan tentunya membuat orangtua saya bangga. Semangat saya untuk sekolah sangat tinggi. Walaupun setiap hari uang saku saya hanya Rp. 7000 per hari, bahkan terkadang hanya Rp. 5000 tetapi tak membuat saya patah semangat. Rumah saya yang jauh dan jalan yang berliku-liku naik turun membuat ongkos perjalanan berangkat dan pulang sekolah Rp. 6000 (Rp. 3000 per perjalanan) ya cukup mahal bagi saya, terkadang saya memutuskan untuk tidak jajan dan berpuasa karena uang saku yang terbatas. Apalagi jika nanti BBM jadi di naikkan, bagaimana nasib saya nanti Pak?

Dan di tempat tinggal saya cuma ada 1 kendaraan bak terbuka yang setiap harinya menjadi alat transportasi saya ke sekolah, kendaraan itu setiap harinya berangkat jam 6. Dan terkadang membuat saya tergesa-gesa, karena jika tidak ikut kendaraan itu maka tidak bisa berangkat sekolah karena tidak ada kendaraan lagi. Kegiatan belajar-mengajar terkadang terhalang karena alat transportasi yang terbatas.

Bapak Bupati yang saya hormati…

Bukan hanya saya yang merasakan bagaimana susahnya perjuangan untuk sekolah Pak, banyak anak yang berprestasi di tempat saya yang ingin sekolah tetapi tak punya biaya. Bukankah semua anak punya hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan? Dan hal itu tedapat pada UUD pasal 31 ayat 1. Sedangkan sekarang sudah di tetapkan wajib belajar 12 tahun, tetapi kebanyakan terhalang oleh biaya. Bagaimana nasib generasi penerus Purbalingga? Jika terus-terusan seperti ini Pak. Kebijakan apa yang akan Bapak lakukan?

Sebenarnya banyak SDM di Purbalingga yang berprestasi, banyak juga SDA yang melimpah tetapi penggunaannya yang belum maksimal. Dan saya mau bertanya, kenapa pabrik wig harus di kuasai orang yang bukan orang Purbalingga sendiri? Bukankah SDA dan SDMnya itu dari Purbalingga. Itu si setau saya Pak.

Dan saya meminta Bapak juga memperhatikan desa-desa terpencil yang ada di Kab. Purbalingga. Jangan hanya daerah kota saja yang diperhatikan. Semua butuh keadilan Pak.

Sekian surat dari saya, bila ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati Bapak saya mohon maaf. Sekian dan terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *