Purbalingga 12 November 2014

Yth. H Sukento Rido Marhaendianto, M.Si

Selaku Bupati Purbalingga

di Purbalingga

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb,

Saya adalah salah satu siswi dari SMA Negeri 2 Purbalingga Kelas X MIA 2 yang bernama Ayunda Setyo Sani. Saya berasal dari sebuah desa kecil di Kecamatan Rembang bernama Gunungwuled. Dalam kehidupan sehari-hari yang saya jalani selama ini, saya melihat berbagai masalah yang membuat hati saya tergerak untuk menulis surat ini. Saya mempunyai tetangga seorang janda dengan empat anak. Kebetulan anak pertama dari janda tersebut sebaya dan pernah sekolah bersama saya sekitar kurang lebih delapan tahun. Sebenarnya, ia anak pandai dari segi akademik maupun nonakademik. Karena tidak tersedianya biaya untuk sekolah, ia memutuskan berhenti dan tinggal di rumah sebagai pengangguran. Suatu ketika saat perekonomian mereka semakin terpuruk, janda itupun memutuskan untuk mengadu nasib di ibukota bersama putra sulungnya. Sedangkan ketiga anak lainnya diadopsi oleh tetangga. Tahun demi tahun dilewati mereka sebagai perawat unggas dan kuli bangunan. Tetapi, betapa alangnya mereka ketika mengetahui ternyata janda itu terkena kanker payudara. Kini ia hanya bis amenaan sakit dari penyakit yang ia derita dan bergantung pada tetangga karena di desa sangat sedikit lowongan pekerjaan yang bisa dilakukan putra sulungnya.

Selain itu , di kecamatan tempat tinggal saya ada sebuah jembatan ganung yang menghubungkan Desa Sumingkir dan Desa Bantarbarang. Jembatan ini sering abruk dan mengakibatkan terganggunya kegiatan masyarakat setempat tak terkecuali pelajar. Banyak siswa yang sering tidak bisa hadir ke sekolah dikarenakan jembatan yang mereka lewati ambruk sehingga tidak mungkin untuk dilewati.

Disamping itu, banyak sekali jalan di Kabupaten Purbalingga yang bisa dikatakan kurang layak akibat banyaknya lubang. Bahkan, ada beberapa desa yang jalannya belum diaspal. Hal ini tentunya dapat membahayakan bagi pengguna jalan.

Harapan saya, hal-hal semacam ini bisa diatasi agar masyarakat kabupaten Purbalingga lebih maju. Hal yang tidak kalah penting adalah para generasi penerus bangsa bisa tetap bersekolah tanpa kendala yang berarti.

Sekian yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf bila dalam perkataan saya ada yang tidak berkenan di hati bapak. Saya sampaikan terimakasih atas perhatian Bapak.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb