Pawarta

Surat untuk Bupati dari Sinta Asmara GJ

Purbalingga,7 November  2014

Yth.Bupati Purbalingga

di Purbalingga

 

Assalamualaikum wr.wb

Seiring datangnya surat ini saya tulis, saya berharap Bapak Bupati Purbalingga beserta keluarga dalam keadaan sehat. Terima kasih atas kesempatan yang telah Bapak berikan kepada saya untuk menulis surat untuk Bapak Bupati. Izinkan saya Sinta Asmara Gerhana Juita siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bobotsari untuk menyampaikan suatu hal tentang Purbalingga agar “Pubalingga Menjadi Kota yang Aman dan Nyaman” untuk di tempati.

Purbalingga dimasa ini sudah lebih maju dari pada masa sebelumnya. Namun saya masih menemui berbagai masalah tentang pembangunan Purbalingga. Pertama, Purbalingga adalah kabupaten yang dilalui sungai Klawing. Sepanjang aliran sungai tersebut dipastikan banyak rumah dan digunakan aktivitas sehari-hari. Namun faktanya sungai tersebut masih banyak terdapat sampah. Pertanyaan saya apa yang telah Pemkab Purbalingga lakukan untuk menyadarkan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Tidak menutup kemungkinan jika sampah semakin banyak ditambah lagi sungai semakin dangkal akan menyebabkan kabupaten Purbalingga banjir seperti di Jakarta.Keindahan dan kealamian kotapun akan hilang.

Saya menyarankan agar adanya sosialisasi yang rutin dari Pemkab Purbalingga kepada masyarakat sekitar aliran sungai Klawing  tentang  bahayanya  membuang sampah disungai. Dan saya berharap sungai Klawing dimasa datang akan seperti sungai di Singapura yang tertata dengan rapi, pinggir sungai terdapat taman yang indah,sungainya jernih tidak terdapat sampah, diatasnya terdapat jembatan layang yang indah sehingga dapat dijadikan tempat rekreasi yang dapat menambah devisa kabupaten Purbalingga.

Kedua, sangat indah jika sepanjang jalan terdapat taman kota. Saya mengetahui bahwa dikota Purbalingga telah di bangun beberapa taman tetapi taman itu kurang di kontrol oleh petugas keamanan.Pada malam hari ada segelintir pemuda berpasangan pergi ke taman itu dan bersembunyi dibalik pohon dikarenakan taman yang gelap. Di khawatirkan mereka berbuat  yang tidak baik, itu akan mengotori kota Purbalingga. Banyak bencana yang terjadi di Indonesia dikarenakan ulah tangan manusia sendiri sehingga Allah SWT murka.Jika taman-taman itu diberi lampu taman,petugas patroli dan diadakan jam buka tutup maka tujuan dibangunnya taman kota itu agar kota menjadi indah tercapai.

Ketiga, Lalu lintas di Purbalingga begitu ramai karena anak dibawah umur mengendarai sepeda motor. Mereka belum memiliki SIM sehingga belum bisa mengontrol emosi dan memperhitungkan resiko yang akan diterima jika tidak hati-hati.Angka kematian anak muda dijalan raya semakin meningkat. Aturan tentang pengendara motor harus dipertegas agar dapat menekan jumlah pengendara motor dan diimbangi dengan tersedianya transportasi umum yang aman dan nyaman. Salah satu faktor pelajar dibawah umur membawa sepeda motor kesekolah yaitu tidak adanya transportasi umum yang masuk ke desa. Padahal di kabupaten Purbalingga banyak sekali desa pinggiran yang tidak dilewati angkutan umum. Pembagian rute yang jelas dan tarif standar naik angkutan umum harus segera dilakukan.

Tanda lalu lintas belok kiri jalan terus,saya kira kurang efektif karena kendaraan lain yang didepan cenderung berhenti di sebelah kiri,jika kendaraan dibelakangnya  akan belok kiri tentu saja tidak bisa sehingga tanda tersebut tidak terpakai. Seharusnya ada aturan dilarang berhenti disebelah kiri didekat lampu lalulintas.Pejalan kaki memiliki hak di jalan raya, namun fasilitas yang tersedia untuk pejalan kaki di salah gunakan bahkan tidak ada. Contohnya trotoar di Bobotsari, seharusnya trotoar berfungsi untuk jalan pejalan kaki, namun faktanya digunakan untuk berdagang. Dan di perempatan Bobotsari tidak ada tempat penyebrangan jalan meskipun sudah terdapat lampu lalu lintas. Saat lampu merah menyala angkutan umumpun banyak yang tetap melaju sehingga pejalan kaki takut menyebrang.

Diharapkan adanya pembangunan lapak baru untuk pedagang kaki lima, dan di setiap lampu lalu lintas di pasang CCTV untuk mengetahui pelanggar lalu lintas dan segera di beri sanksi agar jera serta membuat zebra cross di setiap jalan yang ramai pejalan kaki.

Keempat, Purbalingga terkenal dengan berbagai kebudayaan. Namun kebudayaan seperti kuda kepang sudah mulai hilang. Jika ada cagar budaya yang diadakan rutin maka pertunjukan itu tidak akan musnah dan masyarakat akan lebih cinta kebudayaan sendiri dari pada kebudayaan asing.Kebudayaan yang kental dipadukan identitas bangsa Indonesia dapat membuat keanekaragaman budaya yang tidak dapat tersingkir oleh arus globalisasi dan membangun karakter bangsa.

Pemkab Purbalingga juga harus membatasi pertumbuhan industri bulu mata dan rambut palsu. Jika tidak maka akan berdampak pada berkurangnya keinginan perempuan muda untuk menempuh pendidikan yang setinggi-tingginya, padahal generasi muda adalah harapan besar untuk pembangunan kabupaten Purbalingga. Jika wanita Indonesia memilih untuk berkarir maka siapa yang akan meneruskan perjuangan RA Kartini untuk menindas kebodohan. Generasi muda saat ini harus berpendidikan tinggi untuk menciptakan teknologi baru yang digunakan kabupaten Purbalingga menjadi kota yang nyaman untuk ditempati.

Kelima,Pendidikan di Purbalingga mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. Namun tidak semua anak dapat menikmati indahnya sekolah dikarenakan tidak mempunyai biaya dan kurangnya kesadaran untuk melanjutkan kejenjang pendidikan lebih lanjut. Salah satu faktor kurangnya kesadaran yaitu ingin berkarir, jarak ke sekolah yang terlalu jauh membuat siswa malas sekolah.Jika di Purbalingga ada Universitas pasti lulusan SMA tidak akan bingung mencari sekolah lanjutan yang dekat dari rumahnya dan dapat mengurangi biaya hidup untuk tidak tinggal di rumah kontrakan karena dapat setiap hari pulang ke rumah.Banyak siswa yang berprestasasi yang tidak dapat melanjutkan sekolah di karenakan biaya.Saya mengetahui ada jalur bidik misi untuk siswa berprestasi tapi kenyataannya yang diberi hanya yang otaknya jenius, apakah tidak ada beasiswa untuk siswa yang sedikit di bawah jenius.Seharusnya ada beasiswa bagi siswa yang memang benar – benar serius untuk bersekolah kembali.SMA Negeri pasti mendapatkan dana BOS ,jika tidak ada lagi bayaran sekolah yaitu SOP pasti akan lebih meringankan beban orang tua dan menambah semangat sekolah karena siswa tidak dibebani biaya.

Sekiranya itu saja yang dapat saya tuliskan sebagai harapan dan kritikan untuk Purbalingga. Saya mohon maaf jika ada perkataan yang kurang berkenan di hati Bapak. Sekiranya Bapak mau membaca surat ini dan menerapkannya jika baik untuk kabupaten Purbalingga. Atas perhatian dan kesempatan yang telah bapak berikan kepada saya,saya ucapkan terima kasih.

 

Wassalamualaikum wr.wb

 

Hormat Saya,

 

Sinta Asmara G.J

SMAN 1 Bobotsari

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *