Purbalingga, 12 November 2014

 

Yth. Bupati Purbalingga

Di Purbalingga

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Bagaimana kabar Bapak? Semoga Bapak selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT. supaya dapat terus memimpin kota kita tercinta ini dengan baik dan sesuai harapan masyarakat.

Perkenalkan saya Sri Rani Asih, salah satu pelajar SMA di Purbalingga. Saya dari SMA Negeri 1 Bobotsari, dan sekarang duduk di kelas XI MIPA 4.

Alhamdulillah, saya sangat senang diberi kesempatan untuk dapat mencurahkan ide-ide, atau mungkin unek-unek tentang Purbalingga agar bisa lebih baik dari sekarang. Dengan cara seperti ini, semoga Purbalingga dapat berkembang lebih pesat lagi.

Bapak, akhir-akhir ini Purbalingga sering disebut-sebut sebagai kota Pamong Praja oleh warganya sendiri. Lihat saja, setiap pagi jalanan macet karena disesaki oleh banyak sepeda motor yang pengendaranya kebanyakan  laki-laki, lebih khususnya suami atau bapak-bapak. Mereka berebut mengantarkan istrinya untuk sampai di tempat kerjanya tepat waktu. Kemacetan pun terjadi lagi pada sore hari, ketika para bapak tadi kembali menjemput istrinya. Pamong Praja, papa yang momong, mama yang kerja.

Perusahaan-perusahaan atau PT di Purbalingga kebanyakan adalah perusahaan yang tidak terlalu besar dan hanya mempekerjakan wanita. Sebagai contoh adalah PT bulu mata yang sekarang sudah menyebar cabangnya hingga pelosok desa. Sebagian besar yang bekerja adalah wanita. Di mana suaminya? Bagaimana dengan anak-anaknya di rumah? Seandainya perusahaan yang beroperasi di Purbalingga adalah perusahaan besar yang banyak menggunakan tenaga kerja laki-laki namun tetap membutuhkan jasa wanita, Purbalingga akan terlihat lebih nyaman ditempati. Laki-laki tidak akan kehilangan kodratnya sebagai ayah yang merupakan pemimpin keluarga dan bertugas mencari nafkah untuk keluarganya. Mereka tidak akan membiarkan lagi istrinya bekerja untuk menghidupi keluarganya. Para wanita pun tidak mengelakkan kodratnya sebagai ibu yang bertugas mengurus rumah tangga. Selain itu, anak-anak tidak akan kekurangan kasih sayang dari ibunya. Karena kasih saying itulah, anak-anak akan tumbuh dengan normal. Mereka akan dapat berpikir jernih jika apa yang seharusnya mereka dapatkan, memang mereka dapatkan.

Purbalingga akan menjadi indah jika penduduknya bahagia, sejahtera. Coba bayangkan jika ibunya yang bekerja, ayahnya yang seharusnya mengurus anak mereka, namun karena pemalas, ayahnya hanya mamancing di sungai atau bermain dengan burung peliharaannya. Bagaimana nasib anaknya? Mereka terlantar seperti tidak memiliki orang tua.

 

Seharusnya, Purbalingga lebih memberikan peluang pekerjaan yang besar bagi warganya. Purbalingga mampu untuk itu. Atau mengadakan pelatihan keterampilan berwirausaha bagi warganya, agar warganya dapat membuka peluang usaha sendiri. Sehingga mereka tidak hanya mengandalkan orang lain, namun mereka bisa berwirausaha sendiri.

Namun pelatihan keterampilan berwirausaha saja tidak cukup. Setelah mendapat keterampilan itu, mungkin ada saja yang tidak mau berusaha mencari modal untuk mengembangkan keterampilan yang telah didapatkan itu. Mungkin pemerintah juga perlu membantu sedikit modal untuk mereka, sehingga keterampilannya tidak sia-sia. Bisa juga melalui koperasi daerah. Selama ini koperasi desa pun belum berjalan maksimal, mungkin dengan itu akan lebih bermanfaat bagi semuanya.

Purbalingga memiliki potensi yang sangat besar untuk maju. Potensi wisata yang belum dioptimalkan pun banyak. Seperti Goa Lawa. Tempat wisata yang sangat bagus seperti itu, jika diolah lagi dengan baik, akan bisa menambah anggaran daerah. Pasti akan banyak pengunjung yang datang. Ada lagi wisata peninggalan situs purbakala di Desa Onje, Kec. Mrebet. Tempat tersebut jika dikembangkan lagi akan memberikan banyak manfaat. Para pelajar Purbalingga dalam melakukan observasi tentang peninggalan-peninggalan masa purbakala, tidak perlu jauh-jauh ke luar kota. Karena di kota mereka pun ada. Banyak juga air terjun atau curug di Purbalingga yang belum difungsikan sebagai tempat wisata. Padahal jika diolah akan menjadi tempat wisata yang sangat menarik dan menguntungkan bagi Purbalingga.

Seperti itulah kiranya harapan-harapan yang dapat saya utarakan untuk kemajuan Purbalingga. Sebagai pelajar, tentunya banyak harapan kami untuk Purbalingga di bawah pimpinan Bapak. Semoga harapan-harapan saya, dapat menjadi ide-ide baru untuk Bapak dalam melangkah memimpin Purbalingga ini.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat untuk kemajuan Purbalingga. Mudah-mudahan di bawah pimpinan Bapak, Purbalingga dapat terus berkembang menuju ke hal-hal yang lebih baik. Mohon maaf apabila ada penulisan kata yang salah, atau tutur bahasa yang kurang berkenan. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Hormat saya,

 

Sri Rani Asih