BRALING.COM, PURBALINGGA – Film “Penderes dan Pengidep” garapan sutradara Achmad Ulfi dari SMA 1 Kutasari kembali sukses mendapatkan penghargaan. Kali ini, film dokumenter tersebut berhasil menyabet gelar Dokumenter Pendek Terpilih pada ajang Piala Maya 2014.

Malam puncak penghargaan bagi insan film perfilman nasional dari para pekerja film, wartawan dan blogger film, serta profesional ini berlangsung di Museum Nasional, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu. Pertengahan Desember lalu, film ini menyabet Film Terbaik kategori Dokumenter Pelajar pada Festival Film Dokumenter di Yogyakarta.

Film produksi Papringan Pictures ekstrakurikuler sinematografi ini menyingkirkan empat nomine dokumenter pendek yakni “Komedi Coklat: karya Chairun Nissa, “Split Mind” garapan Andri Sofyansyah, The Flaneurs #3 sutradara Aryo Danusiri, dan “Akar” karya sutradara Amelia Hapsari.  “Ini kejutan kedua di akhir tahun,” kata Achmad Ulfi.

Film berdurasi 30 menit ini mengungkap realita keluarga, disela kesibukan sebagai ibu rumah tangga, Suwini, ibu tiga anak, menyempatkan ngidep. Sementara Suwitno, suaminya, sehari dua kali, pagi dan sore, harus naik-turun 21 pohon kelapa yang disewa untuk mengambil air nira.

Manajer Program Cinema Lovers Community (CLC), Nanki Nirmanto, mengatakan film dokumenter observasional ini berhasil menyampaikan kepekaan pembuatnya terhadap masalah kemiskinan dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini sekaligus mempertahankan nama film garapan pelajar Purbalingga di ajang Piala Maya. Tahun lalu, Misyatun meraih penghargaan Iqbal Rais Award untuk sutradara muda berbakat,” ujarnya.

Adapun pada ajang Piala Maya 2014 ini, film layar lebar “Cahaya dari Timur: Beta Maluku” berjaya dengan memborong tujuh Piala Maya, diantaranya film panjang atau bioskop terpilih, penyutradaraan terpilih, skenario asli terpilih, dan aktor pemeran utama terpilih.

Selain film dari Purbalingga, video klip berjudul “Kisah Negeri” garapan Nur Hidayatul Fitria dari SMK Muhammadiyah Majenang berhasil menyabet juara dua ajang Festival Film Pelajar Jogja 2014, 13-14 Desember lalu. Anak didik Taman Belajar Multimedia Sangkanparan Cilacap ini tak menyangka karya pertamanya bakal meraih prestasi.

BANGKIT WISMO