Film "Senyap" diputar serentak di Indonesia untuk memeringati Hari HAM Sedunia.  Hari HAM Internasional, Purbalingga Putar Film “Senyap” Film Senyap 212x300
Film “Senyap” diputar serentak di Indonesia untuk memeringati Hari HAM Sedunia.

BRALING.COM, PURBALINGGA – Cinema Lovers Community Purbalingga memutar film Senyap (The Look of Silence), di Aula Soedirman Dinas Pendidikan Purbalingga, Jalan Letjend S Parman Nomor 345 Purbalingga, Rabu 10 Desember 2014 siang pukul 13.00.

Pemutaran film dokumenter garapan Joshua Oppenheimer Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional yang serentak digelar di beberapa titik di Indonesia. Acara ini bekerjasama dengan MGMP SMA/MA Sejarah Purbalingga.

“Film ‘Senyap’ ini merupakan sekuel film terdahulu, ‘The Act of Killing’ (Jagal). Keduanya adalah film karya Joshua Oppenheimer yang mengangkat dokumentasi tragedi penumpasan komunisme di Indonesia masa lalu,” ujar Direktur CLC Purbalingga, Bowo Leksono.

Film ini lebih menekankan pada pendekatan korban pembantaian. Hal ini berbeda dengan film “Jagal” yang lebih mengangkat peristiwa tersebut berdasarkan sudut pandang pelaku. Ini terlihat dari scene film berdurasi 98 menit yang bercerita tentang keluarga korban yang mencari tahu tentang motif dan pelaku pembunuhan salah satu anggota keluarga mereka.

“Pemutaran film ini juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada 10 Desember. Setelah itu didiskusikan,” kata Bowo Leksono.

Film ini baru rilis tahun ini dan pemutaran perdananya pada November lalu di Jakarta. Senyap telah mendapatkan beberapa penghargaan antara lain Venice International Film Festival (2014), Busan International Film Festival (2014) dan Copenhagen International Documentary Festival (2014).

Manager CLC, Nanki Nirmanto mengatakan, pemutaran film dan diskusi ini terbuka untuk umum. “Semoga film ini bisa memberikan cerminan tragedi masa lalu agar tidak terjadi lagi di masa mendatang,” katanya.

Di Purwokerto, film tersebut juga diputar di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsoed. Setelah pemutaran film, dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan narusumber, yakni Dr Tyas Retno Wulan (Dosen Sosiologi/akademisi), Roy Murtadho (Direktur Pusat Kajian dan Demokrasi Pesantren Tebuireng) dan Mbah Slamet (aktivis Sekber 65).

BANGKIT WISMO