Pilihan

Kejari Purbalingga Mencium Bau Korupsi Pupuk Bersubsidi

BRALING.COM, PURBALINGGA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga mencium bau busuk kasus korupsi dalam penyaluran pupuk bersubsidi jenis ZA dan Jenis NPK untuk sektor perkebunan tebu tahun 2011-2012. Kasus ini diduga bakal menyeret pejabat di Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Dintanhunbut) Purbalingga.

“Saat ini kami masih dalam tahap penyelidikan. Sebanyak 100 orang saksi sudah kami mintai keterangan seputar permasalahan tersebut,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purbalingga, Martini Martini SH MH didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Ismail Fahmi SH.

Ia mengemukakan hal tersebut kepada wartawan usai Upacara  Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Selasa 9 Desember 2014. Kata Kajari Martini, langkah mereka berdasarkan pada Surat Perintah Penyelidikan Nomor 02/o.3.23/Fd.1/09/2014 tertanggal 30 September 2014.

Sejauh ini, saksi yang dimintai keterangan adalah pihak-pihak yang terkait dengan penyaluran pupuk bersubsidi. Mengenai pemeriksaan terhadap pejabat di Dintanhunbut menurutnya juga mulai dilakukan. Hanya saja, status pejabat dinas itu masih sebatas saksi dan calon saksi.

Sebagai informasi, bantuan pupuk bersubsidi tersebut seharusnya diberikan secara cuma-cuma kepada petani tebu, namun disalahgunakan. Petani yang diberi bantuan ditengarai fiktif. Selanjutnya pupuk tersebut dijual dengan harga non subsidi.

“Soal adanya dugaan tersebut kami masih telusuri. Jika memang data-datanya sudah lengkap akan kami tingkatkan statusnya ke tingkat penyidikan,” ujar Kajari Martini.

Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yudhia Patriana mendukung penuh terhadap langkah kejaksaan yang mengusut kasus dugaan koruspi penyaluran pupuk bersubsidi. Ini sesuai kebijakan Bupati Sukento Rido Marhaendrianto yang mengedepankan “Zero Coruption”.

Yudhia berharap agar pengusutan kasus tersebut dapat dilakukan secara tuntas, sekalipun bakal menyeret pejabat dinas. “Kasus dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi harus jadi prioritas penanganan kejaksaan,” tambah Direktur Institut Negeri Perwira (INP) Indaru Setyo Nurprojo.

Bupati Sukento RM, Wabup Tasdi Ketua DPRD Tongat SH dan jajaran pejabat lainnya hadir dalam Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Halaman Kantor Kejari Purbalingga. Selain ada upacara, juga ada pembagian buka dan bingkisan berisi leaflet anti korupsi kepada masyarakat.

BANGKIT WISMO

One thought on “Kejari Purbalingga Mencium Bau Korupsi Pupuk Bersubsidi”

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.