BRALING.COM, PURBALINGGA – Pelaku UMKM harus terus melakukan upaya dalam membangun brand produknya demi bisa merebut pasar. Salah satu hal yang tak kalah penting dalam upaya tersebut adalah mengurus Hak Cipta dan Merek.

Sayangnya, kebanyakan pelaku UMKM khususnya di Purbalingga tidak menyadari pentingnya pengakuan karya intelektual tersebut di mata hukum. Padahal, bila tidak diurus, mereka bisa kehilangan prospek pasar yang sudah di depan mata.

Adi Purwanto, Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan UMKM Dinperindagkop Purbalingga menyebut produk tomat rasa korma atau Torakor asal Desa Kradenan Kecamatan Mrebet merupakan contoh pentingnya HKI

“Torakor yang merupakan karya asli warga Purbalingga harus berganti nama menjadi torama karena torakor telah terlebih dulu didaftarakan hak merknya,” kata Adi Purwanto. Karena itu ia berharap, pelaku UMKM yang lain bisa lebih tanggap dengan kebutuhan HKI.

Ketika Sosialisasi HKI Bagi Para Pelaku UMKM Purbalingga, di Griya UMKM, Senin 1 Desember 2014, Prof  Dr Ir  Sri Suhermiyati  MS dari Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Unsoed Purwokerto, berkata “Pelaku usaha saat ini banyak yang belum tahu bahwa kekayaan intelektual merupakan salah satu asset dan investasi usaha”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Dinperindagkop Purbalingga dan Sentra HKI Unsoed Purwokerto. Narasumber yang dihadirkan yakni Prof  Dr Ir  Sri Suhermiyati  MS dan Rahadi Wasi Bintoro  SH MH. “Padahal (HKI) bernilai,” kata Sri.

Rahadi Wasi Bintoro menyatakan hak kekayaan intelektual seperti hak merk sebenarnya berdimenasi hukum. “Hak kekayaan intelektual kalau sudah didaftarkan dan resmi diakui akan mempunyai kekuatan hukum yang sah dan terlindungi dari penjiplakan,” katanya.

BANGKIT WISMO