BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemandu wisata memiliki peran penting dalam pelayanan dan promosi wisata. Ia bertugas memberikan bimbingan, informasi dan petunjuk tentang destinasi wisata serta membantu yang diperlukan wisatawan.

Karenanya, pemandu wisata atau pramuwisata diharapkan memiliki kemampuan berbahasa, pengetahuan yang luas serta menguasai materi guiding. Mereka pun dituntut kreatif dan berkualitas dalam mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Untuk menjadi pemandu wisata, harus tahu dulu obyek yang dijual dalam hal ini tentang Purbalingga, sehingga seorang pemandu harus mampu mengetahui apa saja tentang Purbalingga beserta destinasi wisatanya dan bisa menyampaikanya dengan menarik,” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Ir Prayitno, MSi.

Untuk meningkatkan kapasitas pemandu wisata, Dinbudparpora Purbalingga sudah menggelar pelatihan pemandu wisata di Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuranmas, Desa Purbayasa, Padamara, Rabu-Kamis, 3-4 Desember 2014. Kegiatan ini diikuti 20 orang peserta

Prayitno mengemukakan, pemandu wisata harus menguasai lima aspek pemanduan, di antaranya sikap, wawasan, bahasa, materi, dan teknik. Seorang pemandu juga harus memahami batasan dan tanggung jawab.

Pemandu wisata juga harus bisa mengemas informasi dengan mengedepankan sapta pesona, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.  “Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, maka akan berdampak pada peluang kerja masyarakat yang berujung pada kesejahteraan,” katanya.

Sebagai informasi, kedudukan dan fungsi pramuwisata telah diatur dalam Perda Provinsi Jateng nomor 9 tahun 2011 dan Peraturan Gubernur Jateng nomor 39 tahun 2012 tentang Petunjuk pelaksanaan Perdaprov nomor 9 tahun 2011 tentang Pramuwisata di Jawa Tengah. Kedudukan jasa pramuwisata juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata nomor  PM. 92/ HK. 501/ MKP/ 2010 tentang Jasa Pramuwisata.

BANGKIT WISMO