Pemeriksaan HIV/AIDS di Lapas Purbalingga
Pawarta

Penyebaran HIV/AIDS di Purbalingga Seperti Fenomena Gunung Es

Pemeriksaan HIV/AIDS di Lapas Purbalingga
Petugas Dinas Pendidikan Purbalingga melakukan sosialisasi di Lapas Purbalingga.

BRALING.COM, PURBALINGGA – Penanggung jawab penanggulangan HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga, Ady Nugroho menyebut bahwa penyebaran virus HIV/Aids ibarat fenomena gunung es. Demi menekan penyakit itu, Purbalingga mengandalkan uji sampel darah terhadap kelompok yang rentan penyebaran penyakit itu.

Penanganan HIV/AIDS di Purbalingga, kata Ady, masih sebatas puncak permasalahan. “Jangan sampai kita kecolongan,” kata Ady kepada wartawan, Senin 1 Desember 2014. [Baca : Lawan HIV/AIDS, 122 Warga Lapas Purbalingga Uji Darah].

“Karena virus HIV ini belum ada obatnya. Maka jika ada yang terjangkit perlu ada penanganan yang tepat sehingga virus tidak menyebar,” kata Ady menambahkan di sela Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purbalingga.

Tahun ini, selain sosialisasi Tim dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD Purbalingga melakukan uji darah terhadap warga lapas. Kepala Sekretariat KPA Purbalingga Heny Ruslanto mengatakan pengambilan sample darah dikalangan penghuni Lapas memang menjadi prioritas.

Pasalnya kawasan tersebut memang rawan penyebaran virus HIV/Aids. “Program ini juga dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM,” jelas Heny. Dari hasil tes darah menurutnya akan diketahui apakah ada penghuni Lapas Purbalingga yang sudah tertular Virus HIV/AIDS.

Jika memang ada maka akan diambil penanganan secara cepat dan tepat. Jangan sampai penderita yang tertular menjadi bertambah. “Tes darah dilakukan untuk antisipasi dini,” kata Heny yang mantan Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *