Pilihan Plesir

Berendam di Tirto Marto yang Bisa Membuat Awet Muda

BRALING.COM, PURBALINGGA – Sudah lama Kolam Mata Air Tirto Marto yang ada di Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari menjadi kolam yang terkenal. Orang percaya, air Tirto Marto bisa membikin awet muda.

Sabtu, 24 Januari 2015 lalu, kolam itu juga ramai pengunjung. Baik lelaki maupun perempuan suka dengan kejernihan dan kesegaran air Tirto Marto. Tak sedikit dari mereka yang sengaja datang untuk mandi di sana.

“Banyak yang percaya, mata air Tirto Marto bisa membuat badan sehat dan awet muda,” tutur Siam, 47 tahun, warga sekitar. Banyak orang yang percaya juga air segar itu bisa membuat penyakit minggat.

Siam menjelaskan, mata air Tirto Marto berasal dari tujuh sumber mata air disekitarnya. Namun, yang cukup besar debit airnya disebut mata air Gede. Enam mata air lainnya,menopang kolam berukuran sekitar  20 x 40 meter. Sisanya, dialirkan ke persawahan penduduk dan digunakan untuk sumber air PDAM.

“Warga di sini juga memanfaatkan untuk keperluan mandi sehari-hari. Namun, untuk mandi sudah dibuatkan tempat tersendiri yang ditutupi seng,” kata Siam.

Jika hari libur seperti hari Minggu, jumlah pengunjung akan sangat banyak. Mereka sengaja datang untuk mandi atau membasuh muka. Kunjungan akan lebih banyak lagi pada malam Jum’at Kliwon. Mereka kebanyakan justru berasal dari luar kota.

“Pada malam Jumat Kliwon, ratusan pengunjung yang kebanyakan dari luar kota sengaja dating ke mata air Tirto Marto untuk mandi kungkum (berendam),” kata Siam. Dengan berendam diyakini cita-cita bisa tercapai.

Untuk mandi di mata air tersebut, pengelola tidak menetapkan tiket masuk. Di jalan masuk menuju kolam, pengelola hanya menyiapkan kotak. Tidak ada paksaan untuk memasukan uang kedalam kotak itu. Semua kembali ke kesadaran para pengunjung.

Namun, bagi pengunjung yang membawa mobil, pengelola memungut biaya parkir Rp 5.000 dan sepeda motor Rp 2.000. Pengelola juga menyewakan karet ban mobil untuk yang ingin berenang.

Terpisah, Kepala Bidang Pariwisata Dinbudparpora Purbalingga, Prayitno menyebut, Tirto Marto memiliki potensia untuk menjadi destinasi wisata. Sumberdaya air yang melimpah menjadi hal utama daya tarik wisata tersebut.

Hanya saja,  untuk pengelolaan lebih lanjut masih terkendala status kepemilikan lahan. Mata air itu berada di areal lahan seluas kurang lebih 17.800 meter. Status tanah merupakan milik Pemprov Jateng dan saat ini dalam tahap pelimpahan ke Pemkab Purbalingga.

“Pihak pemerintah desa setempat, saat ini juga tengah mengajukan permohonan kepada Pemkab Purbalingga untuk mengelola mata air Tirto Marto menjadi obyek wisata,” kata Prayitno.

“Jika menjadi destinasi wisata, mata air Tirto Marto tidak harus menjadi kolam renang atau water park, tetapi cukup dipertahankan keasliannya demi kelestarian mata air,” kata Prayitno.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *