Plesir

Papan Larangan Penambangan Pancawarna Dipasang

BRALING.COM, PURBALINGGA – Kabar mengenai kerusakan lingkungan yang rawan dialami Curug Aul di Desa Tanalum, Kecamatan Rembang langsung menyebar. Papan larangan menambang batu pancawarna pun langsung dipasang.

Pemasangan papan di sekitar Curug Aul dan Curug Nagasari itu dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Pemerintah Desa Tanalum.Langkah itu dilakukan untuk menyelamatkan jalur canyoning di kompleks curug itu.

Dari informasi yang didapatkan Braling.Com, diketahui bahwa Bupati Purbalingga sempat menegur pengurus pokdarwis. [Baca: Eksplorasi Batu pun Mengancam Keindahan Curug Aul]

“Kami berupaya untuk mengurangi pencukilan tebing di sekitar air terjun. Sebab pelaku pencurian batu sulit diawasi karena mereka membawa peralatan menambang secara sembunyi-sembunyi,” kata Ketua Pokdarwis Tanalum, Taat Prianto.

Papan larangan dipasangan di beberapa titik di pos peristirahatan dan jalur menuju Curug Aul. Taat berharap, langkah itu dapat mengurangi aktivitas penambangan batu Klawing secara liar. Penambangan bukan oleh warga setempat.

Masyarakat diharap untuk menjaga kelestarian alam di kawasan tersebut. “Kedepannya akan ada posko swadaya untuk merazia pengunjung yang masuk. Alat-alat tambang dan batu yang diambil akan disita,” kata dia.

Seperti diketahui, rute wisata minat khusus canyoning di Desa Tanalum rawan mengalami kerusakan akibat aktivitas penambangan Batu Klawing. Setikdanya ditemukan empat titik penambangan dengan cara dicungkil.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.