Pawarta

Banyak Timbangan di Pasar Bobotsari Tak Sesuai Standar

BRALING.COM, PURBALINGGA – Balai Metrologi Wilayah Banyumas Dinas Perindustrian Perdagangan (Dinperindag) Jateng melakukan tera ulang terhadap timbangan milik ratusan pedagang Pasar Bobotsari dan sekitarnya di halaman Pendapa Kenduruan Kecamatan Bobotsari, Rabu 11 Februari 2015.

Penera Madya Balai Metrologi Wilayah Banyumas Dinas Perindustrian Perdagangan (Dinperindag) Provinsi Jateng, Abu Asmoko mengatakan bahwa mereka menemukan banyak timbangan rusak dan sudah tidak sesuai dengan standar.

“Biasanya penyebabnya (tidak standar) karena kualitas dan kuantitas penggunaan. Semakin sering digunakan untuk menimbang barang yang berat akan cepat owah. Usia timbangan yang sudah tua juga jadi penyebab. Kami standardisasi lagi (ukuran timbangan),” terangnya.

“Kalau sudah diperbaiki, tapi tidak lolos uji, maka akan diberi tanda segitiga bergaris, yang artinya batal, tidak bisa dipakai. Maka pedagang harus pakai timbangan yang baru. Namun kasus ini jarang terjadi,” kata dia.

“Sebab kalau timbangan sudah rusak, biasanya pedagang secara kesadaran membeli yang baru dan tidak memakai yang rusak itu. Sedangkan yang lolos uji, timbangan itu akan diberi tanda tera dan stiker,”Abu Satmoko menambahkan.

Balai Metrologi Wilayah Banyumas Dinas Perindustrian Perdagangan (Dinperindag) Jateng melakukan tera ulang di Purbalingga selama tiga bulan sejak 15 Januari hingga 14 Maret. Tera ulang didasarkan pada UU No 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *