BRALING.COM, PURBALINGGA – Saat bertemu dengan DPRD Purbalingga, Rabu 4 Februari 2015, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Purbalingga menegaskan bahwa induk olahraga di Kota Braling itu memasang target adanya peningkatan prestasi olahraga Purbalingga.

Karena itu, KONI Purbalingga meminta supaya DPRD Purbalingga bisa membantu terwujudnya lokasi tempat pusat latihan (puslat) bagi beberapa cabang olahraga. Puslat sangat dibutuhkan mengingat saat ini beberapa cabang olahraga masih menyewa tempat untuk berlatih, padahal mereka berprestasi.

“Taekwondo misalnya, selama ini mereka berlatih di gedung Dekopinda. Padahal biaya sewa tidak sedikit. Belum lagi jika gedung itu dipakai kegiatan lainnya,” kata Ketua KONI Purbalingga Muhammad Iqsan saat memaparkan program pengurus KONI di DPRD Purbalingga.

Ada dua lokasi yang diproyeksikan menjadi puslat olahraga, yaitu GOR Mahesajenar dan Stadion Goentoer Darjono. Untuk GOR Mahesajenar rencananya akan dijadikan puslat olahraga bela diri. Mulai dari cabang tinju, tarung derajat, karate, kempo dan taekwondo. Selain itu juga cabang sepak takraw, panjat tebing dan bulu tangkis.

“Sedangkan untuk Stadion Goentoer Darjono, selain sepak bola akan dijadikan puslat balap motor, balap sepeda dan sepatu roda,” kata Iqsan. KONI berharap, penggunaan GOR Mahesajenar bisa segera terealisasi.

Kasi Olahraga Bidang Pemuda Olahraga Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemoda dan Olahraga (Dinbudparpora) Purbalingga Martoyo mengatakan, memang GOR Mahesajenar ditarget PAD, namun itu untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya event. Sedangkan untuk kegiatan olahraga yang sifatnya pembinaan, akan digratiskan.

Wakil Ketua I DPRD Purbalingga Adi Yuwono mengatakan, tahun ini Pemkab mengalokasikan dana hibah Rp 1,25 miliar untuk KONI. Harapannya insan olahraga di Purbalingga semakin meningkat prestasinya sedangkan KONI semakin transparan dalam penggunaan dana dan pembinaan.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •