Pawarta

Hadapi Risiko Erupsi Gunung Slamet, Dokumen Rekon Diteken

BRALING.COM, PURBALINGGA – Aktifitas Gunung Slamet yang fluktuatif membuat Purbalingga mengambil langkah siaga. Salah satunya dengan terwujudnya Dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) Erupsi Gunung Slamet.

Renkon merupakan suatu proses perencanaan ke depan terhadap keadaan yang tidak menentu untuk mencegah atau menanggulangi secara lebih baik dalam situasi darurat atau kritis dengan menyepakati skenario dan tujuan, menetapkan tindakan teknis dan manajerial serta tanggapan dan pengerahan yang telah disetujui bersama.

“Dengan ditandatanganinya Renkon menjadi komitmen bersama untuk melaksanakan langkah-langkah dalam rangka penanganan bencana erupsi Gunung Slamet yang sewaktu-waktu bisa terjadi,” jelas Sekretaris Daerah Purbalingga, Imam Subijakto.

Penandatanganan dokumen dilakukan dengan beberapa perwakilan SKPD yang diwakili Kepala DPU, TNI yang diwakili Danramil Kecamatan Mrebet dan unsur masyarakat yang diwakili Ketua Kwartir Cabang Pramuka Purbalingga, Rabu 4 Februari 2015.

Dokumen ini bakal ditindaklanjuti dengan serangkaian aksi baik pelatihan, pengadaan, pengaturan, pengadopsian secara formal, monitoring dan evaluasi serta up dating data.

“Paling tidak setelah ditandatangani dokumen ini, akan ditindak lanjuti dengan pelatihan bersama, sehingga apabila muncul kemungkinan yang terburuk kita sudah mengantisipasinya,” katanya didepan tim Pos Komando Tanggap Darurat Rencana Erupsi Gunung Slamet Kabupaten Purbalingga.

Selama tahun 2014-2015 kegiatan Gunung Slamet mengalami 5 kali perubahan status, terakhir dari tanggal 5 Januari 2015 pkl. 16.00 WIB. Sampai awal Februari 2015, ini status diturunkan dari siaga (level III) menjadi waspada (level II).

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.