BRALING.COM, PURBALINGGA – Sekolah tidak boleh memaksakan siswanya untuk mengikuti studi tur ke luar kota, apalagi demi memenuhi persyaratan membuat karya tulis. Sejumlah tempat wisata di Purbalingga bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk pembuatan karya tulis.

“Umumnya sekolah beralibi kalau studi tur wajib dilakukan sebagai syarat untuk membuat karya tulis. Sedangkan untuk mengikuti studi tur itu, orang tua siswa harus membayar uang dengan jumlah yang tidak sedikit,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Purbalingga Tri Gunawan Setiadi.

“Banyak orang tua siswa mungkin mampu, tapi banyak juga orang tua siswa yang tidak mampu. Kalau anaknya diwajibkan, kan kasihan mereka,” Gunawan menambahkan. Kalaupun mau ada studi tur ke luar kota, harus ada subsidi bagi siswa yang tidak mampu.

“Di Purbalingga banyak sekali lokasi wisata atau tempat-tempat yang bisa dijadikan sebagai objek karya tulis bagi siswa. Misalnya situs purbakala di Desa Limbasari Kecamatan Bobotsari, Desa Ponjen Kecamatan Karanganyar, atau objek wisata Museum Tempat Lahir Jenderal Soedirman di Rembang,” jelasnya.

Menurut dia, dengan begitu, siswa bisa lebih bisa mengenal lingkungannya. “Ada beberapa sekolah yang sudah menerapkannya, tidak melarang siswanya untuk membuat karya tulis berdasarkan riset di lingkungan sekitar. Saya harap sekolah-sekolah lain melakukan hal yang sama,” kata Gunawan.

BANGKIT WISMO