Pilihan

Pocong Taman Grinsing pun Dukung Aksi #SaveKPK

BRALING.COM, PURBALINGGA – Tiga kepala pocong dengan kain warna hitam muncul di balik tembok Taman Grinsing Purbalingga. “Pocong Taman Grinsing teka maring kota, bela KPK,” kata salah satu pocong.

Ketiga pocong itu langsung berjinjit menuju pos polisi yang ada di Jalan Achmad Yani Purbalingga. Mereka menenteng poster #SaveKPK untuk mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi yang sedang dilemahkan melalui upaya kriminalisasi pimpinannya.

“Dukungan untuk KPK tidak hanya datang dari manusia, dari alam gaib pun tahu kebenaran tentang pelemahan KPK,” ujar Direktur Cinema Lovers Community, Bowo Leksono, Ahad, 8 Februari 2015 siang.

Aksi bertajuk Pocong Bela KPK itu berdurasi tiga menit sebagai dukungan terhadap KPK. Dalam aksinya, mereka tidak hanya memasang poster dukungan, namun juga berjoget di dalam polisi dalam iringan lagu “Sakitnya Tuh Disini”

Ini video kedua yang mereka buat. Sebelumnya para pegiat film itu membuat video dengan menempeli pos polisi dengan berbagai poster. Namun polisi mencabuti semua poster yang ditempel. Video pertama lantas booming dan mendapat banyak dukungan.

Mereka hendak mendukung KPK sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi sekaligus menyiarkan pesan untuk bersih-bersih polisi. “Penyakit di dalam polisi harus dilawan. Penyakit tersebut tidak hanya dilakukan oleh jenderal-jenderal yang ada di Jakarta, tapi di daerah,” katanya.

Ia berharap, masyarakat di daerah juga berani menyuarakan ketidakadilan yang dilakukan oleh polisi. “Jangan takut, untuk Indonesia bebas korupsi,” katanya.

Pegiat CLC Purbalingga, Nanki Nirmanto menambahkan, Gerakan Save KPK sudah sampai ke daerah-daerah di Indonesia. “Kami meminjam medium seniman streetart untuk menyuarakan penyelamatan KPK dari rongrongan Polri,” kata Nanky.

Meskipun medium street art yang dipakai dalam aksi, namun hasil akhirnya tetap sebuah karya video. Bagi mereka, dukungan tidak cukup di media sosial. Mereka butuh turun ke jalan dan pilihannya dengan memasang pamflet dengan tulisan berbahasa Banyumasan.

“Harapan dari aksi kami, tidak hanya mengkampanyekan bagaimana kegentingan program penegakan antikorupsi di Indonesia dengan kondisi KPK sekarang ini, tapi juga mengajak kelompok seniman lain di Purbalingga untuk melakukan gerakan dengan cara masing-masing,” katanya.

BANGKIT WISMO

Tonton Videonya

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *