BRALING.COM, PURBALINGGA – Mulai April 2015, gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Purbalingga akan dipotong untuk Zakat, Infak dan Shodaqoh (ZIS). Dana yang terkumpul akan dikelola oleh Baznas Purbalingga.

Kepala Bagian Kesejahteraan (Kesra) Setda Purbalingga, Muhammad Nurhadi, menghitung dana yang terkumpul bisa mencapai Rp 525 juta setiap bulannya atau Rp 6,3 Miliar/tahun. Jumlah itu bisa meningkat jika pejabat dengan pangkat lebih tinggi menyetor zis lebih.

Kebijakan ini sendiri adalah tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Bupati Purbalingga No 450.0653 tahun 2015 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat. Tiap ASN muslim di Setda sudah diberi form untuk mengisi nominal zakat, infak dan shodaqoh yang akan diambilkan dari gajinya tiap bulan.

Dijelaskan, untuk Golongan III dan IV, selain infak dan shodaqoh bulanan, dianjurkan untuk berzakat minimal 2,5 persen dari gaji yang diterima. Sementara untuk golongan I dan II karena belum nisob, disarankan untuk tetap menyumbangkan infak dan shodaqoh secara teratur melalui potong gaji.

 

“Secara berkala nanti melalui UPZ Setda akan ada pelaporan jumlah perolehan serta peruntukannya,” kata Nurhadi. Diharapkan, kebijakan ini akan disusul oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Purbalingga.

Bupati Purbalingga menerbitkan kebijakan ini karena menilai optimalisasi zakat infak dan shodaqoh bisa membantu upaya mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Di Purbalingga masih ada sekitar 24 ribu orang yang terkategori miskin.

BANGKIT WISMO