Pawarta

Ini Alasan Pemkab Purbalingga Tak Bisa Kendalikan Kemunculan Minimarket

BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga tidak akan bisa mengendalikan munculnya toko modern atau minimarket yang semakin marak pada masa pemerintahan Sukento Ridho Marhaendrianto ini.

Alasannya, pemerintah kabupaten masih tidak memiliki dasar aturan untuk menindak banyaknya toko modern di wilayah Purbalingga. Terlebih, Pemkab tidak bisa melarang masyarakat untuk berinvestasi dengan membuat toko modern.

“Sepanjang komoditas tidak dilarang negara, kami tidak bisa melarang, hanya bisa mengatur dan membatasinya dengan aturan yang jelas, tegas, aplikatif dan proporsional. Permasalahannya, kami belum memiliki aturan tersebut,” katanya Kepala Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (KPMPT) Purbalingga Mukodam

Dia mengungkapkan, beberapa minimarket yang ada di Purbalingga menggunakan izin toko kelontong. Tapi perizinan lainnya seperti SIUP, TPD dan HO, mereka semuanya mengantongi. Dan, dari barang yang dijual, mini market itu isinya sama dengan toko kelontong hanya saja dikelola secara modern.

Jika merujuk pada Pasal 4 Perpres No 112 Tahun 2007 dan Permendag, toko modern boleh berdiri di setiap ruas jalan bahkan hingga ke perumahan. Namun demikian, pihaknya tidak akan saklek menerapkan aturan tersebut. Dari segi lokasi tetap diperhatikan dan komoditas dari pengusaha kecil diberi porsi yang layak untuk masuk di toko tersebut.

Bupati Sukento Rido Marhaendrinto telah bicara bahwa Pemkab tidak tinggal diam dalam upaya menekan laju pertambahan toko modern. Eksekutif sudah menyusun raperda tentang toko modern dan sudah diserahkan ke legislatif. Namun pembahasannya mandek setahun.

“Bola sudah di tangan legislatif, kami hanya bisa menunggu raperda itu dibahas dan disahkan menjadi perda,” katanya. Raperda itu sudah dijadwalkan untuk dibahas tahun ini.

BANGKIT WISMO

One thought on “Ini Alasan Pemkab Purbalingga Tak Bisa Kendalikan Kemunculan Minimarket”

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.