BRALING.COM, PURBALINGGA – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto mengirimkan 315 mahasiswa ke Purbalingga. Mahasiswa itu akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pos Pemberdayaan (Posdaya) Berbasis Masjid.

“Kenapa KKN IAIN Purwokerto berbasis masjid? Karena dalam sejarah Islam, ketika masjid didirikan fungsi pertama adalah untuk tempat ibadah. Namun pada saat yang sama, fungsi lainnya adalah sebagai tempat penampungan pengungsi,” kata Rektor IAIN Purwokerto Ahmad Lutfi Hamidi.

“Jadi kalau ada beberapa bencana kemudian masjid dijadikan penampungan pengungsi, maka hal tersebut sudah pas,” imbuh Lutfi saat penyerahan mahasiswa KKN di Pendapa Dipokusumo, Senin 16 Maret 2015.

Mahasiswa tersebut akan dibagi menjadi 52 kelompok kemudian disebarkan ke 25 desa di Kecamatan Kutasari dan Padamara. Kata Lutfi, KKN posdaya berbasis masjid diharapkan mampu mengembalikan  fungsi-fungsi yangmungkin selama ini  hilang dari kesadaran masyarakat.

“Selain itu peserta KKN juga diminta untuk memakmurkan masjid, karena diharapakn dari masjidlah, diharapkan menjadi sumber kemakmuran masyarakat, khususnya kemakmuran spiritual,” kata Lutfi.

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto meminta, peserta KKN mampu mendidik masyarakat. Selain itu dengan pelaksanaan KKN dapati membawa Indonesia ke depan menjadi Indonesia Emas. Indonesia yang ekonominya maju, manajemen yang baik, aman dan sejahtera.

“Manajemen dapur saja  memerlukan manjemen yang baik, apalagi saat mengurus negara. Untuk itu, saya minta jadilah generasi muda yang baik, jangan cuma mengkritik saja. Mengkritik, presiden, gubernur, bupati,  seperti ini, seperti itulah,” kata Sukento.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •