BRALING.COM, PURBALINGGA – Wacana pemberian perlindungan keselamatan kerja yang dilontarkan Komisi III DPRD  Purbalingga langsung mendapat jawaban Bupati Purbalingga. Bupati menyebut perajin akik bisa mendapatkan hal itu namun ada syaratnya.

Bupati Sukento Rido Marhaendrianto berkata keselamatan kerja perajin akik di Purbalingga dapat dijamin dengan BPJS Ketenagakerjaan. Syaratnya, mereka harus bergabung dalam paguyuban dan terdata secara resmi. “Sekarang kan ada paguyubannya, silahkan bergabung,” kata Sukento.

“Nanti saya kapan waktu akan bertemu dnegan perwakilan paguyuban yang dipimpin Mas Jojo. Saya harap semua perajin bisa bergabung sehingga keselamatan kerja mereka terjamin,” imbuh Bupati usai audiensi dengan petugas BPJS Ketenagakerjaan dan Dinsosnakertrans, di Peringgitan Rumah Dinas Bupati, Kamis 12 Maret 2015.

Bupati berharap paguyuban, Dinsosnakertrans dan Dinperindagkop bisa menyosialisasikan pentingnya keselamatan kerja. Mulai dari hati-hati menggunakan alat dan menggunakan alat yang standar serta bergabung dalam BPJS Ketenagakerjaan melalui kepesertaan paguyuban.

“Karena untuk pekerja non formal bisa tercover BPJS Ketenagakerjaan hanya jika terdaftar dalam paguyuban,” kata Sukento yang sudah berniat kembali maju sebagai Calon Bupati Purbalingga 2015-2020 mendatang.

Bupati berencana akan melakukan audiensi dengan paguyuban perajin akik dalam waktu dekat. Harapannya, dengan semakin banyak perajin akik yang bergabung, akan semakin banyak perajin akik yang terjamin keselamatan kerjanya.

“Karena semua profesi itu ada resikonya. Supir bis ada resikonya, tukang becak ada resikonya, tukang pacul ada resikonya. Dan kalau semuanya dijamin oleh Pemkab jelas tidak akan mampu,” kata Sukento. Ia berharap Dinsosnakertrans bisa mengaji tingkat risiko kecelakaan tiap pekerjaan.

[BACA: Perajin Batu Akik Perlu Dapat Perlindungan Kerja?]

Kamis sore, Bupati Sukento berkunjung ke rumah Almarhum Supriyanto, perajin akik yang meninggal karena kecelakaan kerja akibat gerinda pecah. Bupati Sukento juga melihat langsung peralatan pengasah akik milik korban.

Istri korban, Tuti menuturkan peralatan gerinda penghalus akik milik suaminya itu memang buatan sendiri. “Kalau dilihat, peralatan milik korban memang tidak standar. Dan ini sangat berbahaya,” ujar Bupati Sukento.

Dalam keterangan yang dirilis Humas Purbalingga, Bupati Sukento menyebutkan, Pemkab baru bisa memberikan jaminan keselamaan kerja kepada penderes kelapa. Namun, ia mengaku sedang memikirkan keselamatan kerja karyawan Pemkab yang berstatus non-SK Bupati, seperti guru PAUD dan guru non-PNS.

BANGKIT WISMO