Pawarta

Terancam Dipidanakan, Ini Dua Alternatif Status Usaha bagi LKM

BRALING.COM, PURBALINGGA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa lembaga keuangan mikro (LKM) harus segera menjadi badan hukum. Jika pada tahun 2016 mendatang, LKM tidak punya legalitas, maka pengurusnya bisa berhadapan dengan jerat kasus pidana.

Sosialisasi LKM dan Perijinan LKM di Ruang Ardi Lawet Setda Purbalingga, Selasa 24 Maret 2015, Pengawas OJK, Bambang Triono berkata, LKM punya kesempatan membuat perijinan melalui OJK. “Sesuai UU No 1 Tahun 2013 tentang LKM, hingga 8 Januari 2016,” ucapnya.

Hal ini terjadi seiring dengan berhentinya Program Nasional Pemberdayaan (PNPM) sejak 31 Januari 2014. Sekalipun keberadaannya masih dibutuhkan masyarakat, terutama para pelaku UMKM yang tidak bankable, selesainya PNPM membuat LKM berstatus illegal.

Dalam UU No 1 Tahun 2013, LKM memiliki dua alternatif bentuk badan usaha. Yang pertama dalam bentuk koperasi, dan yang kedua dalam bentuk perseroan terbuka (PT). Mengingat RUU tentang Koperasi dibatalkan Mahkamah Konstitusi, maka saat ini masih berlaku UU Koperasi yang lama.

“UU Koperasi yang lama tidak mengenal istilah koperasi jasa. Jadi, yang paling memungkinkan hanya dalam bentuk PT,” jelas Bambang seperti dikutip dari Humas Pemkab Purbalingga.

Kepala Sub Bidang Penanggulangan Kemiskinan pada Bapermasdes, Sapta Wasono mengatakan selain UPK yang selama ini berada di bawah PNPM Mandiri Perdesaan dan PNPM Mandiri Perkotaan (Integrasi), LKMA PUAP juga termasuk LKM yang dianjurkan untuk berbadan hukum.

“Sangat mungkin nanti akan ada merger atau penggabungan LKM-LKM se-Kabupaten Purbalingga karena sifat nasabah itu kan mobile. Sangat mungkin juka karena LKM itu melakukan ekspansi ke kecamatan lain,” jelas dia.

“Nah kalau sudah seperti ini, disarankan merger itu dalam bentu Bank Perkreditan Rakyat,” imbuh Sapta Wasono. Menurut Sapta, saat ini total dana UPK mencapai lebih dari 96 miliar. Itu belum termasuk aset PUAP.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.