Pawarta

Pekan Depan, Polisi Serahkan Tiga Berkas Dugaan Korupsi di Dawuhan

BRALING.COM, PURBALINGGA – Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purbalingga, Inspektur Dua I Made Nergo mengungkapkan polisi siap menyerahkan tiga berkas dugaan korupsi tukar guling tanah Desa Dawuhan, Padamara.

Berkas yang sudah lengkap alias alias P21 tersebut akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga pada Senin, 4 Mei 2015 mendatang. Setelah Kejari melakukan pemeriksaan, kasus itu bisa masuk ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

I Made Nergo berkata, penyidik membuat tiga berkas perkara. Berkas pertama dengan tersangka utama mantan Kades Dawuhan Jarwoto. Dia dijerat dengan Pasal 2, 3, 9 dan 18 UU Tipikor. Untuk berkas ini sudah lengkap pada bulan lalu.

Berkas kedua dengan tersangka panitia lelang juga sudah P21. Masing-masing Sekretaris Desa Kusno, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rochimi alias Muhrodi, ketua panitia tukar guling Siswojo. Mereka dijerat dengan pasal 55 UU Tipikor.

Sedangkan berkas yang satu dengan tersangka Kadus Darlam Yasito, sebelumnya berada di tangan kejaksaan untuk diteliti. Pekan lalu, berkas itu sudah dikembalikan ke kami dan hasilnya lengkap. Tersangka juga dijerat dengan pasal 55 UU Tipikor.

“Ini sudah lengkap semua, tinggal dilimpahkan ke kejaksaan lagi untuk tahap II. Setelah kejaksaan menyatakan fiks, tinggal dibawa ke pengadilan untuk sidang,” katanya.

Asal tahu saja, kasus dugaan korupsi tukar guling tanah Desa Dawuhan terjadi pada tahun 2008-2009 dimana tanah desa dijual kepada pihak ketiga untuk digunakan sebagai perumahan dengan kerugian pemerintah mencapai Rp 400 juta.

Terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Purbalingga, Ismail Fahmi mengatakan, Kejari tinggal menunggu berkas itu diserahkan kembali oleh kepolisian dan kemudian dilimpahkan ke pengadilan.

“Kasus ini saksinya sama, berharap agar bisa dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Semarang secara bersama-sama juga. Ini untuk lebih efektif baik dari segi tenaga maupun waktu,” kata Fahmi kepada wartawan.

Sementara itu, Kuasa hukum para tersangka, Pahotma Butar Butar mengatakan saat ini pihaknya mengikuti proses hukum yang ada. Fakta-fakta telah dikantongi untuk membela kliennya saat di persidangan nanti.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.