Uang hasil penjualan pisang curian tersebut digunakan untuk membeli rokok dua bungkus.

BRALING.COM, PURBALINGGA – Polsek Kemangkon melimpahkan kasus pencurian enam tandan pisang di kebun milik Rusmadi, warga RT 1 RW 1 Desa Palumutan, Kemangkon. Pencurian itu dilakukan oleh enam remaja.

Para pelaku yang berasal dari Desa Palumutan dan Karangtengah itu adalah Susanto, 19 tahun, GE (17), TK (15), ES (15), RC (15) dan WS (12). Kepala Polsek Kemangkon, AKP Suprihatin mengatakan polsek menyerahkan kasus itu ke Polres Purbalingga.

Dengan begitu kasus ini bisa ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purbalingga. “Harapannya jika ditangani oleh PPA, permasalahan yang menimpa pada anak-anak tersebut menjadi perhatian semua pihak,” ucapnya.

Salah satu tersangka, ES mengaku nekat melakukan pencurian karena diajak oleh teman-temannya. Uang hasil penjualan pisang curian tersebut digunakan untuk membeli rokok dua bungkus.

Sebagai informasi, keenam pelaku itu ditangkap oleh warga beberapa jam setelah diduga melakukan pencurian. Mereka menebang tiga tandan pisang di kebun Rusmadi, Senin 11 Mei 2015 malam. Pisang dimasukkan dalam kandi dan dijual kepada seseorang di Desa Karangkemiri, Kecamatan Kemangkon.

Warga telah curiga terhadap gelagat dan mengintai perbuatan anak-anak tersebut. Setelah kembali ke pekarangan, warga menghentikan anak-anak yang mengendarai motor tersebut dan menanyakan perihal pencurian pisang itu. Anak-anak itu pun mengakuinya.

Karena geram sempat main hakim sendiri dengan memukul anak-anak tersebut. Karena takut, para pelaku itu lalu kabur dan dikejar warga. Anak-anak itu akhirnya bisa ditangkap dan diamankan di rumah salah satu perangkat desa, kemudian dibawa ke Polsek Kemangkon.

BANGKIT WISMO