Pawarta

Studi Banding ke Purbalingga, Pemkab Sragen Belajar Soal Pengelolaan Aset Tanah

BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga dinilai sudah sukses dalam pengelolaan tanah kas eks-banda desa. Karena inilah, Pemerintah Kabupaten Sragen datang ke Purbalingga untuk melakukan studi banding.

Rombongan Pemkab dan Pemerintah desa itu diterima Asisten Administrasi, Gunarto beserta Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Kabag Tata Pemerintahan, Camat, Lurah dan SKPD terkait di Ruang Rapat Bupati, Kamis, 7 Mei 2015.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sragen, Suwandi mengatakan tujuan studi banding untuk menggali bentuk kebijakan pengelolaan aset kelurahan di Pemkab Purbalingga. Karena selama ini pengelolaan tanah eks bondo desa masih terus menjadi bahan diskusi di Pamkab Sragen.

Ditambahkan, Pemkab Sragen sampai saat ini masih mendapatkan status Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK. WDP-nya terkait pengelolan asset daerah yang belum optimal, salah satunya tanah eks-banda desa.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem), Imam Hadi menjelaskan pengelolaan eks-banda desa dikelola oleh Pemkab dalam hal ini dikelola oleh Bagian Tapem. Dari Bagian Tapem akan menyetorkan hasil lelang ke kas daerah. “Kelurahan mandapatkan bagian upah pungut dari hasil lelang,” ujar Imam.

Sebagian tanah eks-banda desa, 90 persen, telah disertifikatkan atas nama Pamkab. Imam juga menjelaskan setiap tahun tanah eks bondo desa berkurang 2-3 hektar setiap tahunnya. Hal ini disebabkan untuk fasilitas umum seperti untuk pembuatan sekolahan, dan fasilitas lainnya.

Kepala DPPKAD Purbalingga, Yanuar mengatakan persoalan aset, disemua kabupaten hamper sama bagi penerima WDP. Kurangya tertib masalah aset menjadi faktror utamanya. Yanuar menceritakan ada pengurus barang yang tidak mengetahui persis letak aset tanah yang dikelolanya.

BANGKIT WISMO

 

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *