BRALING.COM, PURBALINGGA – Karena ulahnya melakukan tindak asusila terhadap gadis di bawah umur, Eko Priyanto, 23 tahun, warga Kecamatan Kertanegara harus berurusan dengan hakim Pengadilan Negeri (PN) Purbalingga.

Dalam sidang yang digelar Senin, 8 Juni 2015, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Atika Santoso mendakwa Eko yang bekerja sebagai supir dengan Pasal 81 ayat 2 UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau Pasal 332 ayat 1 ke-2 KUHP tentang membawa pergi seseorang tanpa izin.

Humas PN Purbalingga, Arief Yudhiarto menjelaskan, terdakwa sebelumnya ditangkap oleh polisi pada 21 Maret 2015 karena dilaporkan pihak keluarga korban telah melakukan tindak asusila terhadap anaknya, sebut saja Mekar, 16 tahun warga Kecamatan Mrebet.

Tindakan tidak senonoh itu dilakukan di rumah Baron, teman terdakwa di Desa Karangasem, Kecamatan Kertanegara pada 15 Maret lalu. “Sebelumnya, korban yang berkenalan dengan terdakwa diiming-imingi pekerjaan di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga,” kata Arief.

“Korban pun pergi dari rumah dan dijemput oleh terdakwa. Oleh terdakwa, korban diinapkan dulu di rumah temannya. Di tempat itu, korban dirayu dan dijanjikan akan dinikahi. Terdakwa lalu melakukan tindak asusila pada korban hingga tiga kali,” Arief menjelaskan.

Keesokan harinya, korban mengurungkan niatnya untuk pergi ke Jakarta bersama terdakwa. Korban kemudiandijemput temannya, Ibnu Samsul Arifin dan diantar pulang. Sesampai di rumah, korban menceritakan apa yang baru saja diakui kepada orang tuanya.

Mendengar pengakuan korban, orang tuanya lalu melaporkan hal itu pada polisi. Sidang dipimpin oleh hakim Nenden Rika Puspitasari dengan anggota Guntur Pambudi Wijaya dan Ageng Priambodo Pamungkas serta Panitera Pengganti (PP) Imam Widiarto akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •