BRALING.COM, PURBALINGGA – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga meyakinkan bahwa stok barang-barang kebutuhan pokok masyarakat atau kepokmas masih aman. Sekalipun Ramadhan 1436 Hijriyah semakin dekat.

Di Purbalingga, telah tersedia 200 Ton gula pasir, 200 Ton tepung terigu, 40 Kiloliter minyak tanah, 7.440 tabung LPG 12 Kg dan 18.400 tabung LPG 3 Kg.  18.400 tabung. Lalu terdapat 24.137 Ton beras yang tersebar Gudang Bulog, PD Puspahastama, serta yang beredar di masyarakat.

Kepala Dinperindagkop, Agus Winarno mengungkapkan Dinperindagkop akan terus memantau kondisi pasar seperti di Pasar Segamas, Pasar Bobotsari dan Pasar Bukateja. Terlebih, setelah adanya isu apel berbakteri, beras plastik dan merica palsu.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga kepokmas, Pemkab juga berencana menggelar pasar murah dan operasi pasar. Hal tersebut dilakukan agar dapat membantu masyarakat yang kurang mampu dapat mencukupi kebutuhannya.

“Operasi pasar akan dilaksanakan jika terjadi kanaikan 25 persen selama sepekan. Operasi pasar ini mendasari pada Permendag Nomor 22 Tahun 2005,” kata Agus.