Pilihan

Dilarang Keras Pelaksanaan MOS yang Tak Mendidik!

BRALING.COM, PURBALINGGA – Seluruh sekolah yang ada di Kota Perwira dilarang menggelar masa orientasi siswa (MOS) atau masa orientasi peserta didik baru (MOPDB) yang mengarah pada tindakan bullying ataupun yang tidak mendidik lainnya.

Pelaksanaan MOPDB harus berlandaskan pada prinsip 5M yang berarti Menyenangkan, Mendidik, Mudah, Meriah dan Manfaat. “Jadi siswa baru tidak boleh disuruh memakai atribut-atribut yang tidak umum,” Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi.

“Seperti mengenakan kalung petai atau jengkol, memakai topi kertas warna-warni atau topi dari kukusan, pakai kaus kaki doreng, rambut dikepang tiga, atau disuruh membawa makanan dengan berat tertentu, warna tertentu dan semacamnya,” sambung dia.

Penegasan itu juga tertuang dalam surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga No 420/1210/2015 tanggal 24 Juni 2015 kepada seluruh sekolah jenjang SMP dan SMA tentang ketentuan permulaan tahun pelajaran 2015/2016 TK, SD, SMP, SMA dan SMK Kabupaten Purbalingga.

Sudah banyak orang tua yang mengeluhkan dengan pelaksanaan MOPDB yang tidak mendidik. “Jangan menyusahkan siswa dan orang tua. Sudah masuknya membayar, ini mau belajar malah merepotkan,” kata Tri Gunawan.

Dinas Pendidikan meminta kepala sekolah dan guru memberikan rambu-rambu tersebut pada panitia MOPDB. Jika pihaknya mengetahui atau mendapat laporan masih ada MOPDB dengan atribut yang aneh, ia tidak akan segan-segan melakukan teguran keras pada pihak sekolah.

Tahun pelajaran 2015/2016 dimulai Kamis, 9 Juli. Dinas Pendidikan Purbalingga meminta hari perdana sekolah tidak ada aktifitas yang menyita energi dan harus bernuansa keagamaan.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *