BRALING.COM, PURBALINGGA – Dalam sidang putusan yang digelas Kamis, 27 Agustus 2015, Pengadilan Negeri (PN) Purbalingga memvonis hukuman sebelas bulan penjara kepada tiga pengguna narkotika jenis metamfentamin alias sabu-sabu.

Mereka adalah Galih Setianto, 31 tahun warga Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon, Ade Faris Abdilah, 31 tahun warga Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen dan Catur Hanifudin, 24 tahun, warga Desa/Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen.

Putusan itu lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Soekesto Ariesto yang menuntut ketiganya dengan hukuman penjara satu tahun dua bulan. Mereka melanggar Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Nakotika.

Sidang dipimpin oleh hakim Nenden Rika Puspitasari dengan hakim anggota Guntur Pambudi Wijaya dan Ageng Priambodo Pamungkas. Humas PN Purbalingga, Arief Yudiarto menjelaskan, penangkapan tiga orang itu berawal dari test urine di warnet yang ada di Desa Babakan, Kalimanah.

Galih ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Purbalingga pada 25 Maret lalu, karena positif mengandung zat metamfetamine. Kemudian polisi menggeledah rumah Galih dan menemukan sabu-sabu seberat 0,30 gram.

Polisi juga menemukan dua buah pipet dan bong penghisap yang terbuat dari botol bekas minuman berenergi serta ponsel yang digunakan untuk transaksi mendapatkan sabu-sabu tersebut. Galih mengaku mendapatkan barang haram itu dari Catur, atas perantara Ade.

BANGKIT WISMO