Pawarta

Ini Hukuman bagi Perantara Pembelian Narkoba

BRALING.COM, PURBALINGGA – Jika menyayangi masa depan maka jauhilah narkoba, apapun bentuknya. Masa depan tidak hanya akan hancur karena sifat adiktif narkoba, melainkan juga karena ancaman pidana penjara.

Warga Desa Purwareja, Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Antonius Ade Oktora, 35 tahun adalah contoh terbaru dari pengaruh buruk narkoba. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Purbalingga menghukum dia dengan empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 1 bulan.

Antonius dimasukan ke Hotel Prodeo lantaran terbukti menjadi perantara jual beli sabu-sabu. Putusan ini lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haryanta yang menuntut terdakwa dihukum 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Sidang dipimpin hakim Totok Sapto Indrato dengan hakim anggota Agustinus Yudi Setiawan dan Arief Yudiarto serta Panitera Pengganti (PP) Adhi Suseno. “Dalam persidangan juga terungkap jika terdakwa membelikan sabu-sabu dan diberi upah Rp 50 ribu. Terdakwa juga bukan seorang pemakai,” kata Humas PN Purbalingga Arief Yudiarto.

Kasus ini terbongkar dari penangkapan Yahya oleh petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Purbalingga pada awal April lalu. Dari pengembangan, Yahya mendapatkan barang haram tersebut dari Catur dengan perantara Antonius.

Modusnya, Yahya meminta Antonuius untuk membelikan sabu-sabu kepada Catur melalui pesan singkat. Pemesanan itu dilakukan 1 April dan barang haram itu didapat 2 April. Dari keterangan itulah polisi kemudian menciduk Antonius dan  Catur sehari kemudian.

“Barang haram itu sempat dipakai sebagian oleh Yahya dan saat ditangkap tinggal tersisa 0,077 gram. Barang bukti lainnya yaitu alat penghisap, ponsel dan motor yang digunakan untuk transaksi. Yahya dan Catur sebelumnya sudah menjalani persidangan dengan berkas terpisah,” kata Arief.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *