BRALING.COM, PURBALINGGA – Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja akhirnya dibuka. Pendaki dan Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Purbalingga menyambut baik pembukaan tersebut.

Pembukaan jalur itu dilakukan setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan status Gunung Slamet diturunkan dari level II (Waspada) ke Level I (Normal) mulai tanggal 8 September 2015.

Sejumlah pendaki di media sosial menyambut baik pembukaan itu. Sejak Maret 2014, banyak pendaki yang menahan semangat untuk mendaki Gunung Slamet.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinbudparpora Purbalingga, Ir Prayitno MSi berkata, Dinbudpapora langsung menempatkan petugas di Pos Bambangan. “Sejak 1 April 2015, seorang petugas kami di Pos Bambangan mengundurkan diri dari PNS. Untuk sementara, pemantauan dilakukan oleh karyawan di Obyek Wisata Goa Lawa,” kata Prayitno.

 

Dinbudpapora sendiri sudah kehilangan banyak pendapatan asli daerah dari retribusi pendakian. Terlebih, selama ini memang jalur Bambangan menjadi primadona pendaki. “Saat itu, kami tidak berani mengambil resiko untuk mengijinkan pendakian,” jelas Prayitno.

Ditambahkan, dampak penutupan itu tidak hanya pada PAD, namun aktivitas ekonomi warga yang mengandalkan berjualan dari para pendaki juga tidak mendapat penghasilan. Biasanya, kedatangan para pendaki atau wisatawan akan membuat warung makan di sekitar pos Bambangan ramai.

BANGKIT WISMO