BRALING.COM, PURBALINGGA – Sejak jalur pendakian lewat Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja dibuka, Gunung Slamet terus dibanjiri oleh pendaki. Namun, jika hendak mendaki Gunung Slamet, tetap harus waspada.

Jika tidak berhati-hati saat mendaki, maka risiko tersesat ada di depan mata. Ini seperti yang dialami tiga pendaki asal Jakarta, Naufal Amirul Rizal, Loso Wuriyanto dan Zulfan Sastra Alam. Ketiganya tersesat saat mendaki Gunung Slamet, di akhir September ini.

Tiga pendaki itu ditemukan Tim SAR, Selasa 29 September 2015 di sekitar pos VII di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan air laut (MDPL).

“Aemuanya selamat, satu pendaki, Naufal terkilir kakinya. Ketiga pendaki tersebut baru pertama kali mendaki Gunung Slamet. Setelah istirahat di pos, mereka kemudian turun untuk kembali ke Jakarta,” kata Koordinator SAR Purbalingga, Wahyudi.

Begitu mendapat kabar ada tiga pendaki yang tersesat, tim SAR dan TNI AD memberangkatkan 12 orang SAR Purbalingga naik gunung untuk mencari pendaki tersebut. Kata Komandan Kodim 0702 Purbalingga Letnan Kolonel Dedi Syafrudin mereka membawa logistik dan P3K.

“Dari atas turun pelan-pelan dan dari bawah menjemput. Tim kedua bergerak cepat agar logistik bisa segera sampai dan pendaki tersesat itu bisa segera ditangani,” katanya.

BANGKIT WISMO