BRALING.COM, PURBALINGGA – Azis Reza tak menyangka pada pilihan putaran kedua setelah tahap kampanye mendapatkan suara terbanyak dari teman-temannya. Ia pun menjadi ketua baru Sabuk Cinema ekstrakurikuler sinematografi SMA Bukateja Purbalingga periode 2015/2016.

“Tapi ini amanat dari teman-teman sebagai suatu hasil pemilihan demokrasi, apapun saya harus siap memajukan ekskul sinematografi,” tutur Reza usai pemilihan pengurus eksul sinematografi disela kegiatan workshop produksi film yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu, 21-22 November 2015.

Sudah menjadi tradisi, ekskul yang keberadaannya sejak 2012 ini melakukan suksesi di sela workshop produksi film yang melibatkan anggota baru yang berasal dari kelas X. Sekitar 20 siswa baru siap berproses dan melahirkan karya-karya film pendek.

Workshop yang difasilitasi Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga ini dibagi dalam empat kelas, yaitu manajemen produksi, penulisan skenario, tata kamera, dan tata gambar atau editing. Siswa memilih masing-masing kelas yang diminati agar mendapatkan pengetahuan yang lebih fokus.

Afnestya Happy Kharismatika, peserta kelas penulisan skenario, mengakui butuh latihan terus-menerus agar paham bagaimana cara menulis skenario film. “Menulis skenario film itu sangat teknis, karenanya dibutuhkan latihan rutin. Disamping itu, harus sering menonton film dan memperbanyak pengetahuan,” jelasnya.

Sebagai salah satu ekskul sinematografi yang bertebaran di banyak sekolah di wilayah Purbalingga ini hampir tidak pernah absen dalam proses produksi film. Program regenerasi merupakan salah satu faktor penting bagi keberadaan ekskul.

Guru pembina ekskul sinematografi SMA Bukateja Meinur Diana Irawati mengatakan, ekskul sinematografi merupakan salah satu ekskul yang rutin dalam menyumbang prestasi bagi sekolah. “Kami, guru dan pihak sekolah tugasnya melakukan pembinaan sekaligus fasilitasi,” ungkap guru mata pelajara Ekonomi.

BANGKIT WISMO