BRALING.COM, PURBALINGGA – Dunia pariwisata di Kota Perwira semakin menggembirakan. Wisatawan yang dolan Purbalingga tidak hanya dari kota sendiri, namun juga berasal dari kota-kota besar lainnya. Tapi, ternyata ada satu hal yang kurang, apa itu?

Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia ( DPD HPI) Purbalingga, Aris Widianto berkata, masih banyak pengunjung yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan souvenir dan tempat makan yang khas desa wisata atau Purbalingga.

Desa wisata seperti Desa Panusupan, Bantarbarang dan Tanalum di Kecamatan Rembang, Desa Serang dan Siwarak (Karangreja) dan Desa Limbasari (Bobotsari) sedang jadi primadona traveling. Kunjungan di beberapa desa wisata diklaim sudah menembus puluhan ribu orang.

 

DPD HPI Purbalinga pun mengajak pelaku UMKM untuk mengambil peluang bisnis souvenir ataupun kuliner ini. “Mari kita bekerjasama  untuk saling mendukung pengembangan desa wisata di Purbalingga,” kata Aris.

Guliran wacana kerjasama ini pun langsung disambar dengan gembira oleh pelaku UMKM. “Kami memiliki kerajinan dari bambu, dan saya yakin bisa menjadi souvenir yang menarik bagi wisatawan,” kata pelaku UMKM dari Desa Klapasawit, Kecamatan Kalimanah, Imung.

BANGKIT WISMO