BRALING.COM, PURBALINGGA – Internal Partai Gerindra di Purbalingga semakin menghangat. Sejumlah kader sedang melancarkan manuver untuk bisa menduduki posisi Ketua DPC Partai Gerindra Purbalingga.

Dari informasi yang didapatkan Braling.com, ada lima nama yang dikabarkan bakal bersaing dalam pemilihan Ketua DPC. Dari lima nama itu, hanya satu orang yang tidak memiliki status sebagai anggota DPRD Purbalingga.

Mereka adalah Imam Poerseto (Ketua DPC Gerindra Purbalingga), Adi Yuwono (Wakil Ketua DPRD Purbalingga), Sugimin (Bendahara DPC / Ketua Komisi IV DPRD Purbalingga), Endra Yulianto (Ketua sayap organisasi Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) / Sekretaris Komisi II DPRD Purbalingga) dan Wahyono (Ketua Fraksi Gerindra DPRD Purbalingga).

“Semua berpeluang menjadi ketua karena itu kewenangan dari DPP. Nanti siapa saja yang dipilih DPP, yang tidak terpilih harus bisa legawa,” kata Wakil Ketua DPRD Purbalingga Adi Yuwono.

Wahyono mengaku pernah dipanggil tiga kali oleh DPP bersama Wahyono dan Adi Yuwono pernah dipanggil hingga tiga kali oleh DPP dalam kaitan uji kelayakan calon ketua DPC.

Sementara Endra Yulianto berkata, pemilihan ketua menjadi hak prerogratif DPP. Sosok yang akan dipilih, tentunya kader terbaik yang telah melalui tahap penilaian dan pertimbangan oleh DPD dan DPP.

Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Purbalingga Imam Poerseto malah berbicara hal yang berbeda. “Gerindra tidak seperti partai lain yang, tidak ada mekanisme pilihan. Jadi tidak ada wacana  pergantian calon ketua. Jadi di sini anteng-anteng saja kok,” katanya, Kamis 15 April 2016.

“Jadi tidak ada hari ini. Kalau pun mengacu pada ADART yang baru, akan ada musda dan muscab pada  2020 nanti. Pengurus perlu diganti atau tidak itu urusan yang di atas (DPP). Kalau toh di bawah  panas, kalau Prabowo tidak setuju ya tidak ada pergantian pengurus,” katanya.

BANGKIT WISMO