BRALING.COM, PURBALINGGA – Ide dalam berkarya sangat mungkin dari lingkungan sekitar. Begitu juga dalam seni teater. Hanya saja, ide yang diperoleh itu tidak langsung ditampilkan, melainkan diolah dan diasah sehingga memiliki sudut pandang yang menarik.

Pegiat sastra dan teater Agustav Triono mengatakan perihal penggalian ide naskah itu saat workshop teater yang digelar Ekstrakurikuler Teater remaja Gerbang Pusaka (TRGP) SMK 1 Kutasari, Sabtu-Minggu tanggal 16-17 April 2016 di sekolah setempat.

Selain Agustav, juga ada pengisi materi seperti Ryan Rachman (wartawan dan pegiat teater) yang memberi materi pengetahuan dasar teater dan manajemen produksi, Imam ‘Pelok’ Mustaqim (Teater Didik IAIN Purwokerto) memberi materi artistik dan Wage Teguh Wijono (pegiat teater Purwokerto) memberi materi keaktoran.

Ryan Rachman menyampaikan tentang banyak anggota sebuah kelompok teater yang hanya ikut-ikutan saja, sekali naik panggung lalu merasa dirinya sudah menjadi seorang seniman namun tidak lagi mau berlatih dan berkarya alias hanya mencatatkan namanya saja sebagai anggota teater.

Wage Teguh Wijono mengungkapkan, seorang aktor harus bisa mengembangkan naskah dengan gestur, vokal,dan ekspresi dengan potensi dirinya. Sementara Imam ‘Pelok’ membahas materi seting panggung, tata rias, tata busana dan artistik harus disesuaikan dengan cerita yang dibawakan.

Di akhir acara peserta menampilkan pementasan kecil dari hasil workshop. Pingky Unis Wardani selaku pembina ekstrakurikuler TRGP mengungkapkan bahwa tujuan workshop untuk untuk memberi bekal ilmu ke teater an dari beberapa nara sumber yang nantinya bisa diterapkan.

Salah satu peserta, M Ikhsan mengaku, dengan ikut workshop tersebut, pengetahuan teaternya jadi bertambah. Dalam waktu dekat ini para peserta workshop akan dilantik menjadi anggota tetap TRGP dan melakukan pementasan drama sebagai salah satu program kerja ekstrakurikuler tersebut.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •