BRALING.COM, PURBALINGGA – Dikenal sebagai kotanya komunitas film, Purbalingga ternyata tak berhasil memutar film “Pulau Buru Tanah Air Beta”. Baru beberapa menit diputar di Festival Film Purbalingga 2016, Aliansi Pemuda Pecinta Pancasila Purbalingga sudah membubarkan pemutaran.

Massa yang didominasi oleh pakaian khas Pemuda Pancasila itu menyebut film dokumenter buatan Rahung Nasution tidak layak untuk diputar di Purbalingga. Sebab, film itu sedang mempromosikan ajaran komunisme di Indonesia.

Nggak usah itu diungkit-ungkit lagi itu sejarah 65. Jangan mbodoni pelajar,” kata koordinator aksi Heri Wakito di lobi Hotel Kencana Purbalingga yang jadi lokasi Pemutaran Hall FFP 2016. Pria yang aktif di Pemuda Pancasila Purbalingga ini menyebut film itu tidak baik untuk ditonton oleh pelajar Kota Braling.

Menurut dia, pelajar Purbalingga tidak akan bisa memahami konten film itu dan kemudian memilah informasi mana yang benar, mana yang salah. Kesalahpahaman ini bisa memicu keributan. “Pelajar purbalingga, belajar yang bener. Dadi wong sing bener. Belajar saja matematika, fisika,” kata Heri.

Dalam aksi yang dikawal oleh dua kompi Shabara Polres Purbalingga dan dicermati oleh intel dari Polri dan TNI itu, panitia memutuskan menghentikan pemutaran. Keputusan ini diambil setelah mereka berdiskusi dengan Polres Purbalingga.

Namun demikian, Direktur Festival Film Purbalingga (FFP) 2016, Bowo Leksono tetap mengajak para demonstran untuk menonton film pelajar. Kedua film tersebut pada dasarnya memiliki tema yang sama seputar sejarah di tahun 1965.

Dua film itu yakni, film dokumenter “Saya Hanya Menjalankan Perintah, Jenderal” dari karya Ilman Nafai (Gerilya Pak Dirman Film, SMAN 1 Rembang, Purbalingga) dan film fiksi “Izinkan Saya Menikahinya” karya Raeza Raenaldy Sutrimo (Gerilya Pak Dirman Film).

“Tadi kami mencoba menawarkan untuk menonton film. Film pelajar juga ditonton, ikut berdiskusi dengan pembuat filmnya. Tapi ya begitu, film belum sampai selesai sudah bubar. Belajar menonton film saja sulit,” kata Bowo Leksono.

BANGKIT WISMO