Pawarta

Kenapa Film Pulau Buru Tanah Air Beta Ditolak Di Purbalingga?

BRALING.COM, PURBALINGGA – Penolakan yang dilakukan pemutaran film “Pulau Buru Tanah Air Beta” di Festival Film Purbalingga oleh Aliansi Pemuda Pecinta Pancasila tak hanya menambah daftar penolakan film dokumenter racikan Rahung Nasution.

Akan tetapi juga membuat semangat sineas muda untuk berkreasi di bidang film bisa menjadi lesu. Apalagi, penolakan dengan jalan demonstrasi itu dilakukan di saat para pelajar yang membuat film di Banyumas Raya sedang berfestival.

Sebenarnya, apa alasan yang membuat Aliansi Pemuda Pecinta Pancasila menolak film dokumenter tentang Pulau Buru Tanah Air Beta? “Tak perlu (menonton). Alasannya tidak ada,” ujar Heri Warsito saat demonstrasi di lobi Hotel Kencana Purbalingga, Jumat 27 Mei 2016.

Heri bersikeras bahwa yang mereka tolak hanyalah film Pulau Buru Tanah Air Beta, bukan film yang dibuat pelajar Purbalingga. Karenanya, meski tidak sampai selesai mereka mau diajak nonton film dokumenter “Saya Hanya Menjalankan Perintah, Jenderal” dan film fiksi “Izinkan Saya Menikahinya”.

“Tadi kami mencoba menawarkan untuk menonton film. Film pelajar juga ditonton, ikut berdiskusi dengan pembuat filmnya. Tapi ya begitu, film belum sampai selesai sudah bubar. Belajar menonton film saja sulit,” kata Bowo Leksono, Direktur FFP.

Bowo mengaku sangat kecewa dengan aksi penolakan tersebut. “Kami sebagai tukang putar film enggak mungkin berhenti untuk memutar film. Film apapun itu temanya,” ucap Bowo.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *